Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pamerkan Kriya Keris Lombok di Mandalika Expo

Lestari Dewi • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 16:22 WIB

 

GAIRAHKAN EKONOMI: Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri saat meninjau stan keris di Mandalika Expo 2023 di halaman eks kantor bupati, Praya, Jumat (20/10).
GAIRAHKAN EKONOMI: Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri saat meninjau stan keris di Mandalika Expo 2023 di halaman eks kantor bupati, Praya, Jumat (20/10).

 

LombokPost-Sebanyak 64 stand pelaku UMKM se-Lombok Tengah (Loteng) meramaikan Mandalika Expo 2023 di halaman eks kantor bupati. Acara yang digelar sejak tanggal 20-22 Oktober ini diharapkan mendorong roda perekonomian masyarakat. Sekaligus menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Loteng ke-78. 

”Ini buka dari pagi sampai malam hari,” ucap Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri saat meninjau puluhan stand, Jumat (20/10). 

Mandalika Expo, kata Bupati Pathul adalah program tahunan pemda. Diyakini pengunjung yang datang akan lebih banyak dari gelaran sebelumnya. Sebab menyajikan berbagai kegiatan lainnya. ”Akan ada fashion on the street, gerak jalan puluhan ribu orang, finishnya ke sini,” timpalnya. 

Hal menarik pada Mandalika Expo tahun ini, lanjut Bupati Pathul, kehadiran pameran kriya keris Lombok. Sebagai upaya menumbuhkan semangat perajin keris di Gumi Tatas Tuhu Trasna. ”Kami ingin membumikan kembali budaya-budaya yang harus tetap terjaga,” ucap mantan anggota DPRD NTB ini. 

Diakui, keris merupakan warisan tak benda sehingga harus dilestarikan. Tidak hanya peninggalan leluhur bangsa, melainkan ciri khas Lombok yang masih berdiri kukuh dengan menjaga budayanya. 

Puncak kegiatan Hari Jadi Loteng, kata Pathul, pihaknya akan berziarah makam dari Praya, Perbawe, lanjut ke Makam Pahlawan di Pancor, Selaparang dan menginap di Sembalun. Kemudian mengunjungi Makam Pahlawan di Masjid Kuno Bayan.Terakhir ke Loang Baloq Mataram dan Bengkel di Lombok Barat. 

”Kami fokus pada doa bersama, memohon pada Tuhan Yang Maha Esa untuk evaluasi pembangunan di Loteng yang selanjutnya kita implementasikan kegiatan apa saja yang belum dilakukan,” pungkasnya. 

Sekretaris Paguyuban Teguh Trasna Loteng Lalu Muhammad Taqiuddin mengaku eksistensi keris masih terjaga. Sebab para pegiat dan perajin keris masih terus bekerja. ”Paguyuban juga aktif dalam pengembangan keris dengan membentuk ciri khas baru namun tetap nuansa Lombok,” jelasnya.

Diakui, keris-keris yang beredar di pasaran saat ini masih berkutat pada keris sepuh. Sehingga untuk pengenalan atau regenerasi menjadi sulit. ”Karena stigma klenik masih ada, padahal keris itu budaya warisan leluhur yang memiliki filosofi,” terangnya. 

Saat ini, Paguyuban telah berupaya mengubah stigma klenik keris tersebut. Dengan menciptakan kesan keris yang bisa digandrungi kawula muda, bahkan perempuan pun bisa memiliki keris. “Apalagi kemarin para pembalap pemenang MotoGP Mandalika mendapatkan keris, ini momen baru bagi kami mengenalkan keris ke dunia,” pungkas Taqiuddin. (ewi/r11)

Editor : Akbar Sirinawa