LombokPost--Dewa 19 siap mengguncang Gumi Tatas Tuhu Trasna (Tastura), di Lapangan Bundar Praya, Lombok Tengah (Loteng). Kehadiran band yang digawangi Ahmad Dhani menjadi sajian puncak Hari Jadi Kabupaten Lombok Tengah ke-78.
Wakil Bupati Loteng HM Nursiah mengatakan, menjadi motivasi kuat Pemkab Loteng menghadirkan grup band papan atas ini sebagai ajang mempromosikan daerah, di bidang pariwisata, pembangunan, investasi dan lainnya.
”Kegiatan ini InsyaAllah memberikan multiplier efek dan menggerakan perekonomian masyarakat,” katanya di sela-sela konferensi pers di ruang rapat kantor bupati, Kamis (26/10).
Wabup menuturkan, konser Dewa 19 yang digelar secara gratis ini diprediksi menyedot belasan ribu penonton. Tidak hanya dari masyarakat Loteng, penonton akan datang dari Kota Mataram, Lobar dan Lotim.
”Berbondong-bondong datang para pecinta Dewa 19, bahkan dari luar pulau Lombok. Semua ini niat untuk kebersamaan kita di NTB,” terang mantan Sekda Loteng itu.
Konser tersebut turut menghadirkan penampilan band-band lokal sebagai band pembuka. Artinya, pemkab Loteng tidak melupakan kearifan lokal.
Selain itu, di area lapangan akan ada 30 lebih stand pelaku UMKM, peran serta pemuda sekitar dalam mengelola parkir kendaraan baik roda dua dan empat. Hingga pengamanan lokasi konser yang melibatkan seribu personel TNI-Polri dan stakeholder terkait.
”Tugas kita hanya mempersiapkan lokasi. Libatkan forkopimda agar lokasi terjaga dengan baik dan lancar. Persiapan sudah 90 persen, tinggal 10 persen lagi,” terangnya.
Sekda Loteng Lalu Firman Wijaya menambahkan, konser yang digelar gratis ini maka semua pihak berkesempatan untuk menonton konser band dari pemilik lagu hits Arjuna ini.
”Di beberapa daerah, konser Dewa 19 selalu dihadiri ribuan penonton. Padahal itu menggunakan tiket, apalagi ini kalau konsernya tanpa tiket alias gratis, jelas akan semakin banyak orang yang datang menonton,” sebut mantan kepala Dinas PUPR Loteng ini.
Kehadiran ribuan penonton ini diyakini akan membuat ekonomi masyarakat bergerak. Para pedagang kecil hingga besar akan mendapat manfaat secara ekonomi dengan banyaknya orang datang. ”Belum lagi bicara parkir, berapa banyak masyarakat pengelola parkir yang akan meraup penghasilan selama konser berlangsung,” kata sekda.
Terlebih dengan telah berlalunya pandemi covid yang membatasi mobilitas masyarakat, sedikit tidak harapan masyarakat untuk memperoleh hiburan gratis tapi berkualitas bisa terjawab.
”Jangan pikirkan berapa besar anggaran yang dihabiskan. Tapi lihat dampak positif yang bisa diperoleh masyarakat dan daerah ini dengan keberadaan event tersebut,” katanya. (ewi/r11)
Editor : Redaksi Lombok Post