Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

HIV/AIDS di Loteng Capai 452 Kasus, Didominasi Kasus LSL

Lestari Dewi • Kamis, 16 November 2023 | 13:00 WIB

Kabid P2KL Dinas Kesehatan Lombok Tengah Lalu Putrawangsa
Kabid P2KL Dinas Kesehatan Lombok Tengah Lalu Putrawangsa
LOMBOKPOST-Selama dua puluh tahun terakhir, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mencapai 452 kasus. Jumlah ini akumulatif dari tahun 2003-2023 dengan pasien-pasien HIV/AIDS yang melakukan pengobatan di luar daerah.

"Jika merincikan untuk tahun 2022 saja di Lombok Tengah ada 59 kasus HIV/AIDS," ucap Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Lingkungan (P2KL) Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng Lalu Putrawangsa pada wartawan, di ruang kerjanya, Rabu (15/11).

Ia menjelaskan, meski pasien lakukan pengobatan di luar daerah namun kasusnya tetap masuk ke wilayah Gumi Tatas Tuhu Trasna (Tastura). Dari hasil validasi kasus terbaru, diakui sebanyak 18 orang yang terinfeksi dan ditangani RSUD Praya. "Jadi tetap masuk ke Loteng angka kasusnya sehingga (terlihat, red) banyak," jelasnya.

Dari jumlah kasus tersebut, Putrawangsa tegaskan, paling banyak dialami oleh kelompok populasi LSL (laki suka laki) sekitar 22 kasus baru tahun 2023. "Ini tinggi juga dan harus jadi atensi. Hasil ini pun yang terlapor, belum lagi yang belum terlapor," tegas Putrawangsa.

Dikes Loteng pun gencar lakukan mobile Medis Screening di lokasi-lokasi pariwisata. Baik di lokasi spa-spa, populasi kunci (populasi beresiko) yang terindikasi terkena kasus HIV/AIDS. "Seperti mereka yang bekerja di bar, cafe, tempat hiburan," ungkapnya.

Seperti apa ciri-ciri orang yang terinfeksi HIV/AIDS? Ia menjelaskan, orang yang terinfeksi HIV/AIDS ditandai dengan menurunnya kekebalan tubuh. Ironisnya, sampai saat ini, penyakit mematikan ini belum ditemukan obatnya, karena alasan itu, masyarakat diminta waspada terhadap virus ini.

Selain gejala penurunan kekebalan tubuh, gejala atau cirri lain pengidap HIV/AIDS di awal-awal terinfeksi akan merasakan demam, kemudian muncul bercak di badan seperti cacar. Kemudian nafsu makan berkurang dan diikuti penyakit penyerta lainnya.

Penurunan daya tahan tubuh menjadi gejala umum yang dirasakan pengidap HIV/AIDS. Kemudian diikuti gejala lain seperti menurunnya berat badan dan nafsu makan berkurang.

"Badannya menjadi kurus. Kondisi ini menyebabkan munculnya penyakit penyerta lain seperti TBC. Pada fase inilah pengidap penyakit HIV/Aids semakin menderita," ungkapnya.

Sebab itu, untuk mendeteksi kasus penyakit HIV/AIDS maupun TBC dilakukan bersamaan. "Ketika ada pasien TBC, harus dilakukan juga pemeriksaan HIV/AIDS begitu pun sebaliknya. Jadi dua program yang berjalan bersamaan itu dapat kita ketahui, makanya kasusnya meningkat," pungkas Putrawangsa. (ewi)

 

Editor : Kimda Farida
#Kasus #Pemkab Loteng #HIV / AIDs