Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Masuki Musim Hujan, Waspada DBD dan Ispa

Lestari Dewi • Selasa, 28 November 2023 | 12:15 WIB
Lalu Putrawangsa
Lalu Putrawangsa

 

LombokPost-Memasuki musim hujan, masyarakat Lombok Tengah (Loteng) diminta mewaspadai sejumlah penyakit. Antara lain, demam berdarah dengue (DBD) dan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

"Di awal musim penghujan biasanya sering muncul penyakit ini, DBD dan Ispa kemudian, diare," ucap Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Lingkungan (P2KL) Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng Lalu Putrawangsa, Senin (27/11).

Penyakit Ispa, lanjutnya, dalam rekapan kabupaten dari 29 puskesmas (PKM) ditargetkan 10 persen penemuan dari jumlah balita di Loteng.

Hingga bulan September lalu, tercatat balita yang sudah berobat karena Ispa sebanyak 3.116 orang.

"Trennya lumayan tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 2.900 orang. Jumlah tahun ini diprediksi bertambah, karena masih menyisakan dua bulan lagi," timpalnya.

Sementara untuk angka DBD, lanjut Putrawangsa, dibulan yang sama tahun lalu ada peningkatan kasus DBD mencapai 20 persen kenaikan.

"Jika tahun lalu pada angka 98 kasus, bulan ini 115 kasus. Padahal belum masuk musim penghujan di bulan Desember hingga Maret nanti," jelasnya.

Kasus DBD di Gumi Tastura diakui mulai bergeser ke Kecamatan Pujut, yang sebelumnya didominasi Kecamatan Praya Timur pada tahun 2022 dan Kecamatan Batukliang pada tahun 2021.

"Bergeser dia ke wilayah timur, dari Mantang di Batukliang, lalu Praya Timur dan sekarang Pujut. Disana (Pujut, red) ada masuk 28 kasus DBD, yang sebelumnya hanya 18 kasus," beber Putrawangsa.

Guna mengantisipasi kenaikan kasus DBD dan Ispa ini, kata dia, kabupaten mulai turun berikan pelatihan entomologi.

Selin itu, pentingnya langkah pencegahan dengan penerapan pola hidup bersih dan sehat, dapat dimulai dengan tindakan 3M plus.

Yakni, rutin menguras tempat penampungan air untuk menghilangkan jentik nyamuk, mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang nyamuk, dan menutup rapat tempat penampungan air. Dan hindari gigitan nyamuk, dengan tidur memakai kelambu atau memakai obat nyamuk.

"Meningkatkan kesadaran ini penting dalam pola hidup bersih dan sehat. Terutama bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa," tutup dia. (ewi)

 

Editor : Marthadi
#DBD #ispa #Dikes Loteng #musim hujan #Pemkab Loteng