Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemerintah Jangan Diam, Harga Beras Semakin Mahal!

Lestari Dewi • Rabu, 21 Februari 2024 | 20:05 WIB
Seorang buruh sedang mengangkut karungan beras ke dalam toko di Pasar Renteng, Praya, Senin (19/2).
Seorang buruh sedang mengangkut karungan beras ke dalam toko di Pasar Renteng, Praya, Senin (19/2).

LOMBOKPOST-Usai Pemilu 2024, harga bahan pangan di pasar tradisional kompak naik terutama harga beras yang kian meroket.

Kini beras menyentuh harga Rp 16 ribu-Rp 17 ribu per kilogram (Kg) untuk jenis premium.

“Pusing saya, semakin hari semakin mahal harga beras,” kesal Siti Afikah Rosmala, salah satu pembeli di Pasar Renteng, Praya, Senin (19/2).

Afikah kini harus semakin pandai mengatur keuangan untuk memenuhi kebutuhan dapur.

Untuk menyiasatinya, ia pun harus mengurangi jumlah pembelian beras.

Bila biasanya dia membeli lima kilogram (kg) beras dan mampu bertahan hingga enam hari kini ia hanya membeli tiga kg untuk tiga hari kedepan.

“Bisa beli sekaligus tapi nanti tidak kebeli yang lain, tiga hari berikutnya beli lagi beras,” ucap warga asal Wakul itu.

Wanita berjilbab itu berharap, harga beras bisa berangsur-angsur turun.

Mengingat tak lama lagi akan memasuki bulan puasa Ramadan.

Sebab jika mengharap bantuan pangan, namanya kini sudah tak lagi masuk dalam keluarga penerima manfaat (KPM).

“Tidak dapat, dihapus nama saya,” ketusnya.

Herman Maulana, pedagang setempat membenarkan harga beras untuk satu karung ukuran 25 kg kini menyentuh harga Rp 400 ribu yang semula Rp 380 ribu.

Sehingga harga per kg beras yang dijual dibanderol Rp 16 ribu untuk jenis premium.

Harga ini termasuk murah lantaran ia sendiri bertindak sebagai pemilik heler gabah.

“Jadi tangan pertama, harganya bisa lebih murah ditambah ambil beras dalam jumlah banyak. Tempat lain harga beras mencapai Rp 17 ribu,” ungkapnya.

Penyebab kenaikan harga beras, sambungnya, karena ketersediaan gabah di tingkat petani Loteng yang terbatas.

Dampak cuaca el nino, mundurnya masa tanam mengakibatkan hasil panen dinilai kurang maksimal.

“Jadi beras-beras yang ada sekarang jumlahnya terbatas, makanya mahal,” bebernya.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng Roro Sri Mulyaningsih membenarkan, sepekan ini terjadi kenaikan harga beras.

Kenaikan akibat cuaca dampak el nino ditambah mundurnya masa tanam padi.

“Informasinya begitu, nanti kami rapatkan dengan tim inflasi. Termasuk apakah segera ada operasi pasar atau tidak. Tunggu arahan pimpinan,” singkatnya.

Selain beras, dari hasil laporan harga bahan pokok tanggal 19 Februari ini untuk harga gula pasir kini menyentuh harga Rp 17.500 per kg.

Disusul harga minyak goreng curah mencapai Rp 15.500 per satu liter, minyak goreng bermerek menyentuh Rp 17.500 per satu liter. Harga telur ayam ras mencapai Rp 45 ribu per tray dan cabai rawit merah menyentuh harga Rp 57.500 per kg. (ewi)

 

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #disperindag loteng #harga beras meroket