Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dispertanak Barito Kuala Kalsel Belajar ke Ading Walet Albuntaran 99

Hamdani Wathoni • Kamis, 7 Maret 2024 | 10:27 WIB
Dispertanak Barito Kuala Kalsel Belajar ke Ading Walet Albuntaran 99.
Dispertanak Barito Kuala Kalsel Belajar ke Ading Walet Albuntaran 99.

LombokPost-Kelompok Tani Ternak Walet Albuntaran 99 Desa Kateng Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah (Loteng) menarik perhatian banyak pihak menyusul hasil olahannya sudah tembus ke mancanegara.

Rombongan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan (Dipertanak) Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (6/3) lalu mendatangi Kampung Walet Albuntaran 99.

"Kedatangan mereka untuk belajar peningkatan nilai tambah hasil usaha sarang burung walet di Kabupaten Barito Kuala Kalsel," ujar Owner Ading Walet Albuntaran 99 Fina Albuntaran.

Dijelaskannya, kedatangan sejumlah dinas menjalin kerja sama dengan pihaknya bukan kali ini saja.

Selain Dispertanak Kabupaten Barito Kuala, beberapa daerah baik di dalam daerah maupun di luar NTB juga sudah ada yang membangun kerja sama.

“Berbagi ilmu dan pengalaman itu kami niatkan sebagai ibadah. Alhamdulillah sejumlah kelompok peternak sarang walet, baik dalam daerah ataupun di luar daerah sudah datang termasuk Dispertanak Barito Kuala,” katanya.

Berbicara hasil pengelolaan olahan ading walet Albuntaran 99, Fina mengaku ini memang sudah tembus ke mancanegara.

Sehingga ini yang membuat banyak pihak tertarik.

Fina Albuntaran menambahkan, Ading Walet Albuntaran 99 Desa Kateng memiliki planning menjanjikan dalam hal pengelolaan sarang burung walet.

Ke depan Ading Walet Albuntaran 99 ditegaskannya ingin membantu pemerintah membuka lapangan pekerjaan dengan jangka panjang.

Sementara Kepala Dispertanak Kabupaten Barito Kuala H Suwartono Susanto menyampaikan jika pihaknya sering membaca di sejumlah media massa terkait kesuksesan Ading Walet Albuntaran 99.

Terutama dalam hal pengelolaan sarang burung walet.

"Kalau tidak salah, hasil olahannya sudah tembus ke mancanegara. Makanya kami tertarik untuk datang melakukan studi tiru, sebagai salah satu upaya untuk peningkatan nilai tambah hasil usaha sarang burung walet di Kabupaten Barito Kuala,” ucapnya.

Ia mengatakan jika di Kabupaten Barito Kuala, peternak burung walet terbilang cukup banyak.

Sehingga untuk menyalurkan usaha para peternak walet, penting baginya untuk menambah ilmu tentang ilmu ini.

“Sepulangnya nanti, kami akan kumpulkan para peternak walet dan kami akan ceritakan bagaimana caranya berternak walet hingga pengolahan,” katanya.

Ia menambahkan, potensi peternak walet di Barito Kuala, cukup menjanjikan.

Sehingga pihaknya berharap ada kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Domestik Regional Brutto (PDRB) Barito Kuala.

Untuk itu, menurutnya, diperlukan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Terutama terkait dengan model kemitraan antara pelaku usaha budi daya dengan pelaku usaha pencucian maupun pengolahan sarang burung walet.

Untuk menciptakan peluang kerja sama dalam usaha hulu hingga hilir, pihaknya bersama beberapa SKPD lain lingkup Pemerintah Kabupaten Barito Kuala melaksanakan studi tiru dan model kemitraan dalam usaha sarang burung walet.

“Potensi pengelolaan sarang burung walet di Barito Kuala cukup menjanjikan, makanya kami datang studi tiru termasuk bagiamana kemitraan yang akan kita bangun bersama,” tutupnya. (ton)

Editor : Kimda Farida