LombokPost-Keberadaan Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) diharapkan mampu berkontribusi dalam menurunkan angka stunting dan kemiskinan di Lombok Tengah (Loteng).
Tidak hanya berperan meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar rutin memeriksakan kesehatan ke puskesmas.
”Keberadaan PKK ini diharapkan mampu berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh elemen dalam menurunkan angka stunting dan kemiskinan," ucap Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri dalam sambutan Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Tujuh Ketua TP PKK Kecamatan di aula Gedung PKK, Praya, Kamis (30/5).
Bupati menuturkan, saat ini angka stunting sebesar 10,98 persen sedangkan angka kemiskinan di posisi 12,87 persen.
Tak dipungkiri, tingginya persentase juga didorong dengan jumlah penduduk Gumi Tastura di posisi kedua se-NTB.
”Ditargetkan angka stunting dan kemiskinan tahun 2025 di bawah satu digit. Maka perlu kolaborasi dan sinergitas," terangnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Loteng Baiq Nurul Aini Pathul Bahri mengatakan, apa yang menjadi arahan bupati diakui telah dilaksanakan sejak kali pertama dilantik.
Salah satunya rutin memperkenalkan aneka menu bergizi yang dikonsumsi anak-anak yang mengalami stunting.
”Setiap ada posyandu, bersama kader dan kepala puskesmas ikut mendemonstrasikan menu-menu kreasi makanan bergizi dan layak untuk anak stunting," ucapnya.
Tidak hanya soal pengolahan makanan, PKK Loteng juga mengundang para orang tua dalam penerapan pola asuh yang baik kepada buah hati.
"Bagaimana menyajikan makanan yang bergizi, sehat dan menarik dikonsumsi anak-anak. Pola asuh juga seperti apa," imbuh Nurul.
Pada tahun ini, PKK Loteng memfokuskan program dalam mencegah pernikahan usia dini yang turut menyumbang tingginya angka stunting.
Dengan menyasar para remaja sekolah agar tidak buru-buru memilih menikah usia dini, lebih-lebih menikah saat masih usia sekolah. (ewi/r11)
Editor : Kimda Farida