Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jadi Kontroversi, Pemkab Loteng Susun Perbup Atur Kecimol

Lestari Dewi • Selasa, 4 Juni 2024 | 17:50 WIB
BUKAN BUDAYA ASLI: Belakangan joget kecimol menjadi kontroversi lantaran mempertontonkan aksi pornografi, belum lama ini. (Emma for Lombok Post)
BUKAN BUDAYA ASLI: Belakangan joget kecimol menjadi kontroversi lantaran mempertontonkan aksi pornografi, belum lama ini. (Emma for Lombok Post)

LombokPost-Belakangan grup musik kecimol menjadi kontroversi setelah mempertontonkan aksi pornografi.

Kecimol melalui para penarinya melakukan tarian tidak senonoh dan tidak layak dipertontonkan.

Bupati Lombok Tengah (Loteng) Lalu Pathul Bahri pun angkat bicara.

Pihaknya secara tegas menolak kegiatan kecimol joget erotis.

Sebab, aksi tersebut tidak mencerminkan budaya asli Gumi Tastura dan melenceng dari norma-norma agama.

”Memang dari dulu (joget erotis, red) ini tidak boleh. Hanya saja belum dibuatkan regulasi yang mengatur soal kegiatan kecimol ini, dari cara berpakaian sampai waktu pelaksanaannya," katanya pada wartawan, Senin (3/6). 

Pathul menjelaskan, grup musik kecimol ini segera dibuatkan regulasi yang mengaturnya terutama soal pakaian, waktu, dan tempat mereka tampil.

Ia juga berharap, aturan soal kecimol joget erotis ini segera dibahas, sehingga nantinya menjadi hiburan baik di tengah masyarakat. 

”Akan kita buat regulasinya, mungkin bentuk peraturan bupati," singkat politisi Gerindra ini.

Sebelumnya, Forum Kepala Dusun/Lingkungan (FORKA) Loteng melakukan hearing ke kantor DPRD Loteng.

Hearing dilakukan karena maraknya adegan pornografi dan pornoaksi yang dipertontonkan penari kecimol maupun ale-ale.

”Joget yang erotis hingga melakukan aksi porno yang dipertontonkan kepada khalayak ramai telah merusak moral dan citra daerah kita sebagai pulau seribu masjid," tegas Ketua FORKA Loteng Lalu Welly Viddy Hamid.

Menurut Welly, sejatinya joget erotis dari kecimol ini adalah masalah klasik namun muncul kembali mencuat viral di media sosial.

Menurutnya, jika memang terlalu lama untuk membuat peraturan daerah maka solusi selanjutnya adalah dibuatkan peraturan bupati (Perbub).

Pihaknya juga memastikan tidak menuntut pembubaran, tetapi harus ada aturan yang jelas terkait pelaksanaan kecimol dan jogetnya. (ewi/r11)

Editor : Rury Anjas Andita
#erotis #kecimol #Lombok