LombokPost-Memiliki tempat tinggal yang nyaman dan aman menjadi impian semua orang.
Termasuk, pasutri lansia Cemah dan Dariyah setelah puluhan tahun tinggal di rumah bedek, akhirnya diperbaiki oleh Polres Lombok Tengah. Berikut ulasannya.
Satu, dua, tiga! Dan, bruuuuukkkkkk!!! Puing-puing kerangka rumah bedek itu akhirnya rata dengan tanah.
Setelah ditarik menggunakan tali secara bersama-sama antara warga dengan anggota kepolisian.
Debu langsung mengepul di sekitar halaman beberapa rumah di Dusun Otak Desa, Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah (Loteng).
Pemilik rumah bedek ini adalah pasangan suami istri (pasutri) lanjut usia (lansia) bernama Cemah dan Dariyah.
Keduanya tampak duduk tak jauh dari lokasi bangunan rumah.
Bersamaan dengan tumpukan material bahan bangunan seperti puluhan sak semen, puluhan dus keramik, besi, batako dan pasir.
Cemah tak kuasa menahan air mata, ketika rumah bedeknya kini sudah rata dengan tanah.
Menyeka air mata yang jatuh ke pipi keriputnya menggunakan jilbab yang warnanya telah usang.
Tapi itu bukanlah air mata kesedihan, melainkan air mata kebahagiaan karena rumahnya tak lama lagi akan menjadi rumah yang layak huni bersama sang suami disisa umur menjalani hidup ini.
Mendapat kabar rumahnya akan diperbaiki Polres Loteng sungguh tak disangka-sangkanya.
Cemah mengaku terkejut, namun di sisi lain ia mengaku senang, bahagia dan bersyukur yang bercampur aduk di dada.
”Kaget, tidak disangka akan diperbaiki rumah reyot yang sudah lama kami tempati," ucap Cemah pada Lombok Post, Rabu (12/6).
Rumah Cemah sebelumnya hanya berdinding bedek dengan lantai yang di semen sekadarnya.
Sebelum dirubuhkan, di rumah itulah Cemah dan suami berteduh dari panasnya matahari dan dinginnya malam.
Belum lagi rintisan hujan yang masuk melalui celah-celah atap yang berlubang.
Dalam kesehariannya, wanita renta usia 80 tahunan itu mengais rejeki melalui botol-botol bekas maupun panci robek yang dikumpulkan.
Setelah dikumpulkan, lalu dibawa Cemah ke pengepul yang digantikan dengan uang tak seberapa untuk makan sehari-hari.
Jika beberapa tahun lalu, Cemah masih kuat untuk berkeliling, kini hanya seputaran desa.
Itu pun tidak bisa berlama-lama karena kakinya sudah tak kuat lagi berjalan.
Walau ada anak yang bekerja, namun penghasilannya hanya cukup menghidupi biaya anak dan istrinya.
”Amaq di rumah saja, tidak bisa ngapa-ngapain. Ada anak kerja ngangkut sampah, tapi kan gaji tidak seberapa, belum lagi biayai anak dan istrinya," ungkap Cemah tak ingin menambah beban kepada sang anak.
Kabag Logistik Polres Loteng Kabag Suherdi menambahkan, perbaikan rumah dilakukan Polri melalui Polres Loteng sebagai bentuk perwujudan kepedulian sosial dan mendekatkan diri kepolisian kepada masyarakat.
"Kami berharap hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin dekat dan dicintai masyarakat," singkatnya. (ewi/r11)
Editor : Kimda Farida