Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Angka Kemiskinan Ditarget Menjadi 11 Persen di 2025, Pemda Loteng Anggarkan Rp 212 Miliar

Lestari Dewi • Jumat, 26 Juli 2024 | 10:14 WIB
SUMBANG KEMISKINAN: Seorang buruh tani mengumpulkan hasil panen padi di Loteng, beberapa waktu lalu. BPS Loteng menyebut komoditas beras sumbang angka kemiskinan di Gumi Tastura.(Dewi/Lombok Post)
SUMBANG KEMISKINAN: Seorang buruh tani mengumpulkan hasil panen padi di Loteng, beberapa waktu lalu. BPS Loteng menyebut komoditas beras sumbang angka kemiskinan di Gumi Tastura.(Dewi/Lombok Post)

LombokPost-Pemerintah daerah (Pemda) Lombok Tengah (Loteng) menganggarkan Rp 212.802.085.442 untuk menanggulangi kemiskinan tahun ini.

Guna mengejar target angka kemiskinan sebesar 11 persen tahun 2025.

Di mana pada tahun 2024, pemda Loteng telah berhasil menurunkan angka kemiskinan ke posisi 12,07 persen dari target 12,40 persen.

”Kita butuhkan di atas Rp 212 miliar tahun ini, tahun depan anggarannya bisa mencapai Rp 250 miliar lebih, tiap tahun (direncanakan) tambah Rp 50 miliar dari APBD,” ucap Kepala Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Loteng Lalu Wiranata usai konferensi pers Angka Kemiskinan Loteng di ruang rapat wakil bupati, Kamis (25/7).

Adapun rencana penanggulangan kemiskinan ini, sambung dia, akan menyasar pada program kesehatan universal (UHC), penyediaan dan pengembangan sarana pertanian, pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja, pengolahan dan pengembangan budidaya perikanan.

Kemudian, peningkatan kemampuan masyarakat, penurunan tingkat pengangguran terbuka dan mengurangi kantong kemiskinan dengan bantuan sosial ke masyarakat.

”UHC ini tetap kita fokus karena bisa mengurangi beban pengeluaran masyarakat.sedangkan yang pelatihan tenaga kerja ini nantinya tidak lagi setelah latihan dilepas begitu saja, tapi kita sediakan lapangan pekerjaannya dan ini bisa kita rekam datanya,” terang Miq Wir akrab disapa.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Loteng Syawaluddin Siregar mengatakan, capaian persentase penurunan kemiskinan di Loteng berada pada posisi nomor empat dari bawah, se-NTB.

Capaian tak lepas dari intervensi program pemerintah pusat dan daerah.

Dari data BPS, sebutnya, angka kemiskinan Loteng pada tahun 2023 sebanyak 12,93 persen. Artinya terjadi penurunan 0,86 persen pada periode Maret 2024 sebesar 12,07 persen.

”Ada penurunan jumlah penduduk miskin pada Maret 2023 dari 122,32 ribu orang kini turun sebanyak 7,42 ribu orang pada Maret 2024,” jelasnya.

Syawaluddin menuturkan, komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada Garis Kemiskinan (GK) baik di perkotaan dan pedesaan pada umumnya hampir sama.

Komoditas beras masih memberi sumbangan terbesar yakni 29,45 persen di perkotaan dan 33,72 persen di pedesaan.

Kemudian, rokok kretek filter berikan sumbangan terbesar kedua disusul daging ayam ras.

”Beras ini kan jadi kebutuhan, mau orang kaya dan miskin tetap membutuhkan beras sehingga pengeluaran beras tinggi. Berapapun harganya kan tetap dibeli,” kata dia. (ewi/r11)

Editor : Kimda Farida
#Pemda #Loteng