LombokPost-Ratusan warga Praya terlibat aksi bentrok dengan anggota polisi. Mereka tidak menerima aksi demo dihalang-halangi kepolisian, massa menuntut menurunkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah.
Lantaran tidak puas terhadap hasil pleno Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Loteng 2024.
Aksi demo berlangsung anarkis. Tampak aksi dorong, pelemparan air kemasan kepada aparat kepolisian, pembakaran ban bekas. Membuat dua mobil water canon turun tangan memecah aksi massa.
Kapolres Loteng AKBP Iwan Hidayat mengatakan, kamtibmas yang kondusif di tengah masyarakat sangat penting.
Untuk mewujudkannya perlu dijaga sistem dan prosedur yang efektif, termasuk kerja sama semua elemen masyarakat.
Kegiatan simulasi pun bertujuan untuk mengasah keterampilan anggota baik teknis maupun strategi.
Sehingga ketika terjadi persoalan, sudah diketahui siapa yang berbuat dan bertanggung jawab kepada siapa.
“Ini sekaligus mengevaluasi kekuatan dan kelemahan sistem yang dimiliki, serta meningkatkan koordinasi antar lembaga,” ucapnya pada wartawan, Senin (5/8).
Dalam simulasi, Pilkada dihadapkan dengan bencana alam gempa bumi yang menimbulkan kebakaran akibat arus listrik pendek. Sehingga kebakaran menyebabkan gudang penyimpanan surat dan kotak suara terbakar.
Simulasi juga menggambarkan adanya penolakan hasil pleno oleh masyarakat terhadap KPU Loteng.
”Kemungkinan ini bisa saja terjadi, kami pun menyiapkan 700 aparat gabungan untuk pengamanan pilkada yang melibatkan TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD dan sebagainya,” jelasnya.
Ketua KPU Loteng Hendri Harliawan mengatakan, timbulnya kerusuhan saat Pilkada biasanya diawali dengan munculnya masalah kecil dari keberadaan saksi masing-masing partai politik maupun calon.
Dimana ada pihak-pihak yang ikut masuk dalam pembahasan hasil pleno pilkada saat pergantian saksi. ”Ini menjadi celah dan perlu diantisipasi,” imbuhnya.
Asisten I Setda Loteng Lalu Wiraningsung mengapresiasi simulasi yang dilakukan Polres Loteng dan pihak terkait.
Pemda melalaui Bakesbangpol juga intens memonitoring jalannya pesta demokrasi.
“Kita semua harus bersama-sama menciptakan pilkada ini yang damai, lancar dan riang gembira,” sebutnya. (ewi/r11)
Editor : Kimda Farida