LombokPost-Pemerintah daerah (Pemda) Lombok Tengah (Loteng) menyebut hingga kini belum ada komunikasi apapun terkait keterlibatan produk usaha kecil mikro (UKM) dalam ajang balap MotoGP Mandalika 2024.
Padahal pihak penyelenggara balapan berkomitmen siap melibatkan produk UKM sebagai merchandise balapan bergengsi tersebut.
“Tidak ada komunikasi sama sekali hingga saat ini,” kata Kepala Bidan Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Baiq Yuliana Sapriani pada wartawan, Kamis (15/8).
Sejak gelaran pertama, dalam tiga bulan terakhir biasanya sudah ada pihak penyelenggara baik dari MGPA maupun ITDC yang menghubungi dinas.
Bahkan meminta daftar aneka produk UKM Gumi Tatas Tuhu Trasna, kemudian menilai apakah produk ini layak atau tidak dijadikan merchandise.
“Kita juga kan menunggu dan terus berbenah seperti apa produk UKM kita yang dikatakan layak menjadi merchandise ini,” tegasnya.
Kalau pun benar ada produk UKM yang tidak sesuai, namun yang sangat berpotensi menjadi merchandise adalah kain tenun songket dalam bentuk syal.
“Kalau kita tawarkan tas, mungkin benar belum masuk kriteria karena dari segi bahan baku. Tapi ini kain tenun kita, apa iya tidak bisa apalagi kain ini sudah dikenal internasional,” sebut Yuli akrab disapa.
Bila kain tenun dalam syal ini harus memiliki kriteria, lanjutnya, diharapkan penyelenggara balapan bisa menginformasikan apa saja persyaratannya.
“Sempat kami tanyakan, bahkan nge-zoom dan kita diminta untuk menunggu sampai sekarang,” terangya.
Diakui, penyelenggara balapan memberikan ruang bagi pelaku UKM untuk memamerkan produknya saat balapan MotoGP di Sirkuit Internasional Mandalika.
Tetapi yang diinginkan pemda dan pelaku UKM adalah bukan sekadar terpajang di etalase. Melainkan diikutsertakan dalam bagian merchandise MotoGP Mandalika 2024.
“Penjualan tiket ini misalnya, kalau bisa kain tenun kita ikut didalamnya. Namun balik lagi belum ada respon dari tawaran ini,” tutup Yuli. (ewi)
Editor : Kimda Farida