LombokPost-InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) berkomitmen meningkatkan fasilitas dalam mendukung aktivitas bisnis dan pariwisata khususnya kelancaran pelaksanaan event internasional seperti balap motorsport MotoGP Mandalika 2024.
Salah satunya dengan menghadirkan Kantor Bea dan Cukai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Sirkuit Internasional Mandalika.
“Ini langkah penting dalam memperkuat administrasi kepabeanan, mempermudah pengelolaan logistik, serta mengawasi arus barang masuk dan keluar secara real time di Mandalika,” ucap Direktur Commercial ITDC Troy Reza Warokka pada wartawan, Sabtu (17/8).
Fasilitas yang hadir pada kantor ini, sebutnya, menyediakan layanan konsultasi bagi pelaku usaha terkait kepabeanan sehingga mendukung kelancaran logistik dan meningkatkan efisiensi operasional.
Terutama dalam memfasilitasi impor peralatan teknis untuk MotoGP Mandalika 2024.
“Ajang ini membutuhkan pengelolaan logistik yang kompleks, termasuk impor peralatan teknis dan suku cadang dari berbagai negara,” terangnya.
Artinya, kehadiran kantor ini sangat krusial dalam memastikan bahwa semua peralatan ini dapat masuk ke Indonesia dengan mudah dan tepat waktu serta mematuhi semua peraturan kepabeanan yang berlaku.
“Kami yakin langkah ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam menyukseskan MotoGP serta event-event besar lainnya di KEK Mandalika,” sebut Troy.
ITDC, kata dia, mengambil langkah untuk mewujudkan komitmen ini dalam pengembangan The Mandalika sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam.
Namun, kenyamanan dan efisiensi bagi pengunjung dan pelaku usaha di dalam kawasan.
“Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan pelayanan terintegrasi ini, ITDC optimis bahwa The Mandalika akan terus menarik minat investasi, wisatawan dan menjadi tuan rumah berbagai event baik skala nasional hingga internasional,” terangnya.
Kepala Kantor Bea dan Cukai Mataram Made Aryana menambahkan, hadirnya kantor Bea dan Cukai di Sirkuit Mandalika adalah bentuk kolaborasi dan sinergitas sehingga akan memudahkan pihaknya dalam melancarkan kepabeanan logistik setiap event balapan di sirkuit.
“Kami ingin bisa berikan pelayanan prima,” imbuhnya.
Pihaknya pun siap turut menyukseskan segala event baik nasional maupun internasional. Nantinya, pengawasan yang dilakukan berbasis informasi dan teknologi (IT) yang telah terintegrasi melalui administrasi dokumen secara online dan kantor.
“Petugas jaga kami standby di sini untuk melakukan pemeriksaan sesuai antara barang yang datang dengan dokumen masuk,” kata dia.
Selama ini, fasilitas yang diberikan berupa penangguhan hingga pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor.
Dengan terintegrasi antara dokumen yang masuk, pemeriksaan barang maka akan semakin cepat dan efisien dilakukan.
Mengingat setiap jalannya event pun berlangsung cepat.
”Sehingga dibutuhkan sistem mumpuni dibarengi ketersediaan SDM yang siap,” tutup Aryana. (ewi)
Editor : Kimda Farida