LombokPost-PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok menyebut maskapai Citilink dan Garuda Indonesia mengajukan extra flight untuk periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
”Ada peningkatan penumpang per harinya, yang biasanya 6.300 per hari menjadi 7.500 atau ada kenaikan 19 persen,” ungkap Stakeholder Relation Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok Arif Hariyanto pada wartawan di lokasi, Senin (23/12).
Ia menuturkan, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata pergerakan penumpang, pada periode yang sama di tahun lalu, pada angka 7.100 penumpang per hari.
“Ada kenaikan jumlah penumpang dibandingkan nataru tahun lalu,” tambahnya.
Bandara Lombok juga mencatat untuk pergerakan pesawat selama lima hari ini, mencapai 68 pesawat per hari.
Ada kenaikan hingga enam persen. Namun jika dibandingkan tahun lalu, jumlah ini masih sedikit. “Tahun lalu sebanyak 72 pesawat per hari atau minus empat persen pergerakan pesawat,” kata Arif.
Pada momen Nataru tahun ini, sambung dia, tujuan penerbangan masih didominasi Jakarta, Surabaya dan Bali.
Melihat lonjakan penumpang dan tujuan rute penerbangan membuat maskapai Garuda Indonesia menambah tujuh extra flight.
“Sebelumnya (Citilink, red) rute Denpasar-Lombok-Denpasar, untuk Garuda rutenya Jakarta-Lombok-Jakarta,” jelasnya.
Dikatakan, puncak arus penumpang Natal terjadi pada Jumat (20/12) lalu dengan jumlah 6.853 penumpang yang tiba dan berangkat dari Bandara Lombok.
Sedangkan puncak arus penumpang Tahun Baru diprediksi terjadi pada Minggu (29/12) dengan 6.735 penumpang.
”Sementara puncak arus balik penumpang diperkirakan terjadi pada Minggu, 5 Januari 2025 dengan 6.976 penumpang,” tambahnya.
Melonjaknya jumlah penumpang pesawat, kata Arif, dampak dari mulai turunnya harga tiket pesawat. Untuk rute penerbangan Jakarta-Lombok-Jakarta berada di angka Rp 800 hingga Rp 900 ribu pada maskapai Pelita Air.
Kemudian, harga tiket pesawat Denpasar-Lombok-Denpasar pada posisi Rp 375 ribu pada maskapai Citilink.
“Biasanya menyentuh angka di atas Rp 1 juta untuk kedua rute ini,” cetusnya.
Sementara itu, Marta Saputra salah satu calon penumpang pesawat asal Gili Trawangan, KLU membenarkan, harga tiket pesawat rute Lombok-Jakarta berangsur menurun. Hanya saja ini dibarengi dengan berkurangnya bagasi pesawat.
“Iya turun harga tiket, tapi bagasi pesawat berkurang, biasanya 20 kilogram menjadi 15 kilogram. Untuk kabin pesawat yang semula 10 kilogram menjadi 7 hingga 5 kilogram,” bebernya. (ewi/r11)
Editor : Kimda Farida