LombokPost-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ardhia Rinjani (Tiara) Lombok Tengah (Loteng) masih menunggu proses uji alir terakhir. Setelahnya dapat dilakukan serah terima Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika.
Ini berdasarkan hasil koordinasi bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) sebagai leading sector SPAM yang berlokasi di Desa Dadap, Kecamatan Pujut, Loteng tersebut. “Dua leading sector ini bersama pemerintah daerah sudah bertemu, bisa dikatakan proyek SPAM KSPN Mandalika sudah selesai pembangunan infrastruktur. Tetapi kami yang nantinya akan menjadi pengelola tentu tidak bisa serta merta menerima proyek selesai langsung diserahterimakan,” ungkap Direktur PDAM Tiara Loteng Bambang Supratomo pada Lombok Post, Minggu (23/3).
Ia beralasan, pihaknya juga harus mengkaji, sejauh mana kesiapan operasionalnya. Hal ini pun sudah didiskusikan, baik secara internal perusahaan maupun kepada leading sector dan pemerintah daerah. “Apakah benar sudah seratus persen tuntas, tidak ada kendala, atau masih ada hal lain yang masih perlu disempurnakan,” jelasnya.
Bambang tidak ingin seperti kejadian kabupaten lain. Ketika sudah serah terima, ditemukan ada masalah. “Satu sisi kami sudah bekerja sama dengan ITDC yang tidak bisa dianggap enteng, serta pembiayaan perbaikan menjadi persoalan tambah bagi PDAM. Artinya, kami sangat berhati-hati sebelum serah terima,” beber Bambang.
Menyinggung catatan internal perusahaan soal SPAM Mandalika, diakui ada beberapa hal penting menjadi perhatian dan diklirkan. Dari hasil rapat disimpulkan perlu dilakukan uji alir sekali lagi sebagai uji coba operasional SPAM secara komperhensif dan paralel. “Ibarat kita beli motor baru, perlu reyen motor. Nah, ini yang kita minta ke mereka. Jika hasil uji coba tidak ada kendala, ya sudah segera serah terima,” imbuhnya.
Pada proses serah terima ini, kata dia, tidak langsung diberikan kepada PDAM Tiara Loteng. Namun dalam aturan, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR akan memberikan kepada Pemda Loteng. Setelah itu, pemda serahkan ke PDAM Tiara Loteng sebagai pengelolanya. “Kemungkinan paling lambat seminggu lagi uji alir, semoga tidak ada kendala dan hambatan,” kata Bambang.
Adapun tanggung jawab kedua stakeholder pada SPAM KSPN Mandalika yaitu dari Bendungan Pengga hingga IPAL di Desa Pengengat menjadi tanggung jawab BWS. Sedangkan, IPAL Pengengat hingga ke pelanggan menjadi tanggung jawab BPPW. “Jaringan yang dibangun oleh BPPW yang akan diserahterimakan kepada pemda kemudian PDAM. Sementara jaringan yang dibangun BWS hanya serah terima pengoperasionalannya saja,” tutup dia. (ewi/r6)
Editor : Prihadi Zoldic