LombokPost-Wakil Menteri (Wamen) Pariwisata Ni Luh Puspa bersama Wamen Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani memberikan informasi peluang kerja di luar negeri sektor hospitality kepada mahasiswa Poltekpar Lombok. Ada tiga negara yang membuka peluang kerja ini, yaitu Kroasia, Turki, dan Bulgaria. “Tiga negara ini kebutuhannya luar biasa. Ini menjadi pasar-pasar baru, sebelumnya dipemikiran adik-adik kita ke Malaysia, Taiwan. Nah ini ada pasar-pasar lain,” ungkap Wamen P2MI Christina Aryani usai sharing season di Poltekpar Lombok, Selasa (25/3).
Dikatakan, untuk menyasar pasar ini dibutuhkan persiapan kompetensi. Salah satunya bahasa dari masing-masing negara itu. “Jadi saat lulus kuliah, tidak lagi mikir saya kerja di Lombok, namun sudah mulai terbuka pikirannya bahwa ada peluang bekerja di luar negeri,” terangnya.
Dari hasil survei yang dilakukan Poltekpar Lombok kata wamen, minat mahasiswa bekerja di luar negeri pada sektor ini cukup tinggi. Melihat minat ini telah ada, maka menjadi tugas pemerintah menyampaikan prosedur yang baik dan benar. Ia tidak ingin para lulusan ini nantinya tergiur dengan iklan-iklan bekerja di luar negeri yang merugikan. “Kita sudah minta kepada adik-adik, ketika melihat iklan pekerjaan di media sosial jangan langsung percaya. Cek informasi tersebut kepada BP3MI NTB di Kota Mataram, bisa lewat websitenya untuk pastikan iklan recruitmen ini legal atau tidak,” tegas wamen.
Direktur Poltekpar Lombok Dr Ali Muhtasom menyampaikan, peluang kerja di luar negeri cukup besar. Sehingga tugas Poltekpar Lombok adalah memberikan edukasi kepada mahasiswa agar membuka pola pikirnya. “Bahwa bekerja itu tidak hanya di dalam negeri, tapi luar negeri juga berpeluang, sehingga kami bertugas menjaga link and match,” kata dia.
Kata Ali, walau peluang besar ternyata belum tentu alumni Poltekpar Lombok bisa bekerja ke sana jika tidak memenuhi kualifikasi. “Paling tidak persiapan kami adalah skill bahasa negara itu, kalau keterampilan perhotelan dan pariwisatanya kita tidak ragukan, kompetensinya ada,” tegas Ali.
Alumni Poltekpar Lombok saat wisuda sudah bekerja ditargetkan 65 persen. Sedangkan 30 persen lainnya alumni berwirausaha dan sisanya alumni melanjutkan pendidikan. “Memang tidak besar, karena target 30 persen untuk wirausaha ini cukup sulit lantaran harus merintis dari awal,” tutupnya. (ewi/r6)
Editor : Jelo Sangaji