Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jelang Lebaran 2025, Warga Loteng Antusias Tukar Uang Baru

Lestari Dewi • Jumat, 28 Maret 2025 | 21:41 WIB
Aldiyanti menunjukkan sejumlah uang pecahan baru yang ditukarkan melalui Kas Keliling di halaman Kemenag Loteng, Kamis (27/3).
Aldiyanti menunjukkan sejumlah uang pecahan baru yang ditukarkan melalui Kas Keliling di halaman Kemenag Loteng, Kamis (27/3).

Lombok Post-Sejumlah warga terlihat antusias berburu menukar uang baru yang disediakan Bank Indonesia (BI) yang digelar di halaman Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah (Loteng).

Pada momen Lebaran Idul Fitri tahun ini, melalui Kas Keliling tampak warga menukarkan uang pecahan baru dari nominal Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 Ribu, Rp 20 ribu.

Meskipun BI membatasi penukaran uang baru maksimal Rp 4,3 juta, namun sejumlah warga terus berburu uang baru. Mereka menukarkan uang baru tersebut untuk dibagikan kepada saudara dan keponakan saat merayakan Idul Fitri nantinya.

“Saya tukarkan untuk dua orang, dengan suami saya sejumlah Rp 3,6 juta untuk pecahan sepuluh ribu, dua ribu, lima ribu dan seribu rupiah,” ungkap Aldiyanti pada wartawan, Kamis (27/3).

Untuk penukaran ini, dirinya harus mendaftar lebih dahulu pada website pintar.bi.go.id. Menurutnya ini memudahkan karena tidak harus mengantri dan menunggu lama. “Kalau sebelumnya kan kita harus hubungi pegawai bank, lebih mudah yang daftar, kita pilih sendiri tanggal penukaran dan tidak lama menunggu,” terang wanita asal Bima ini.

Senada, Andriya Wahyuni juga menukar uang pecahan baru. Biasanya ia menitip penukaran pada teman atau kenalan di bank. Tetapi kali ini ia ingin mencoba mendaftar melalui website BI. “Uang ini untuk bagi-bagi pada keluarga,” singkatnya.

Sebelumnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) NTB memproyeksi kebutuhan uang pada Ramadan dan Idul Fitri 2025 sebesar Rp 3,14 triliun. Jumlah ini mengalami peningkatan 15 persen dibandingkan tahun lalu.

“Sementara kebutuhan uang di NTB selama Ramadan hingga Idul Fitri diproyeksikan mencapai Rp 3,14 triliun, atau meningkat 15 persen dari tahun lalu,” kata Kepala KPwBI NTB Berry Arifsyah Harahap.

Secara nasional, proyeksi kebutuhan uang pada Ramadan dan Idul Fitri 2025 mencapai Rp 180,9 triliun. Jumlah tersebut sedikit menurun sebesar 1,6 persen (yoy) dibandingkan dengan periode sebelumnya. Hal itu seiring dengan perluasan pembayaran digital tunai terutama di kota-kota besar. (ewi)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Lombok Tengah #antusias #tukar uang baru