LombokPost-Pemerintah daerah (pemda) Lombok Tengah (Loteng) menjalin kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Loteng. Hal itu guna memperkuat pengelolaan data dan informasi pembangunan daerah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Loteng H Muhamad mengapresiasi terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menilai, pendampingan dari BPS akan meningkatkan kualitas data pembangunan daerah.
“Artinya, ketika data dibina oleh BPS, maka bisa dipertanggungjawabkan. Data BPS digunakan secara nasional. Masalah kita saat ini adalah data yang tidak terbarukan. Harapannya, ke depan pembaruan data bisa dilakukan secara triwulan,” terangnya usai penandatanganan kerja sama di ruang rapat dinas setempat, Selasa (15/4).
Dengan terbangunnya kerja sama ini, Loteng menargetkan ketersediaan data yang lebih lengkap, akurat, mutakhir, konsisten, dan berkesinambungan. Itu dibutuhkan guna mendukung perencanaan dan evaluasi pembangunan di daerah.
Kepala BPS Loteng Syawaluddin Siregar menjelaskan, kerja sama ini merupakan turunan dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani bupati Loteng dan kepala BPS NTB, 6 Maret lalu. Menurut dia, kerja sama ini mencakup edukasi statistik oleh BPS dan publikasi oleh Diskominfo Loteng. “Intinya hanya satu, untuk kepentingan pembangunan Kabupaten Lombok Tengah. Ini dimulai dari penerapan Satu Data Desa Lombok Tengah, sejalan dengan kebijakan Satu Data Indonesia yang saat ini sudah berlaku,” ucap Syawaluddin.
Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pengumpulan, pengolahan, analisis, dan diseminasi data statistic. Kemudian pembinaan statistik sektoral. Berikutnya pemanfaatan data secara lintas sektor dan pengembangan sistem informasi statistik melalui portal Satu Data Lombok Tengah. Serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang statistik. “Perjanjian ini bertujuan untuk mensinergikan sumber daya antara dinas kominfo dan BPS dalam mendukung percepatan pelaksanaan kebijakan Satu Data Indonesia,” tutup dia. (ewi/r6)
Editor : Prihadi Zoldic