Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pariwisata Butuh Green Mindset dan Green SDM, Dies Natalis Poltekpar Lombok ke-9

Lestari Dewi • Sabtu, 10 Mei 2025 | 13:15 WIB
DIES NATALIS KE-9: Suasana sidang terbuka senat akademi Poltekpar Lombok memperingati Dies Natalis ke-9, di Amphitheater Poltekpar Lombok, Jumat (9/5).
DIES NATALIS KE-9: Suasana sidang terbuka senat akademi Poltekpar Lombok memperingati Dies Natalis ke-9, di Amphitheater Poltekpar Lombok, Jumat (9/5).

Lombok Post-Pariwisata membutuhkan pendekatan “green mindset” dan sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan. 

Ini berarti mengadopsi prinsip-prinsip ramah lingkungan dalam pengelolaan destinasi wisata, serta memastikan SDM memiliki keterampilan dan pemahaman tentang pariwisata berkelanjutan. 

Hal tersebut ditekankan Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok Dr Ali Muhtasom.

Menurutnya, ini menjadi pondasi dalam pengembangan SDM berkelanjutan.

Artinya, dengan hadirnya program global yaitu Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan adalah serangkaian 17 tujuan.

“Satu diantaranya mengarah pada pariwisata, ketika semua insan pariwsata mempunyai green mindset harus dipastikan pula dengan aksi. Pada aksi ini maka dibutuhkan skill, keterampilan. Dua hal ini akan kita kuatkan di Poltekpar Lombok,” ucap Ali pada wartawan, Jumat (9/5).

SDM berkelanjutan inilah yang akan menjada pariwisata NTB, Indonesia dan dunia.

Sebagai aksi nyata, Poltekpar Lombok telah menyusun program Green Campus yang dituangkan ke dalam kurikulum.

“Dari kurikulum ini akan melahirkan mata kuliah, setelah ini fokus maka akan menjadi gerakan sporadic, nyata dan kuat,” imbuhnya.

Ali mencontohkan, perkembangan pariwisata tak dipungkiri memengaruhi lingkungan sekitar.

Ketika Poltekpar Lombok menerapkan green mindset dan green skill tidak cukup sampai disini saja.

Pihaknya melalui program pengabdian pada masyarakat, bakal mengedukasi masyarakat di desa-desa wisata agar turut berkontribusi menjadi agen-agen green mindset di wilayah masing-masing.

“Kenapa timbul kerusakan lingkungan dan sebagainya yaitu tadi tidak memiliki green mindset dan green skill,” kata Doktor Ali.

Sebagai lembaga pendidikan, pihaknya sudah menggandeng para NGO yang peduli terhadap pariwisata maupun lingkungan.

Tapi ini saja belum cukup, pihaknya juga butuh keterlibata pemerintah daerah dan provinsi.

“Ketika provinsi dan kabupaten memiliki program yang sama, maka kami akan melekat disana. Saling menguatkan dan berkolaborasi,” kata dia.

Sementara itu, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata RI Martini Muhamad Paham menambahkan, ia berharap Poltekpar Lombok semakin fokus dalam embangun SDM pariwisata yang kompeten.

Martini juga menyoroti pentingnya inovasi, kreativitas dan adaptasi terhadap tren industri yang terus berubah-ubah.

“Dengan bertambahnya usia Poltekpar Lombok ke 9 tahun diharapkan mampu mengembangkan SDM yang unggul untuk dunia pariwisata. SDM pariwisata sebagai agen perubahan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya,” kata dia. (ewi/R6)

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #Poltekpar Lombok #Dies Natalis #kementerian pariwisata #Pariwisata