Lombok Post-Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin puting beliung menyebabkan salah satu bangunan sekolah rusak.
Bencana yang menimpa SDN Wakan di Desa Puyung itu menyebabkan atap dan plafon pada empat ruangan terbang dibawa angin.
“Ruangan Unit Kesehatan Siswa (UKS), ruang laboratorium, ruang guru, dan ruang perpustakaan yang terparah,” ungkap Kepala SDN Wakan Sri Wahidah kepada wartawan, Rabu (14/5).
Beruntung bencana tersebut tidak menimpa ruang kelas siswa. Sehingga mereka masih bisa berkegiatan belajar mengajar.
Meski demikian, pihak sekolah sudah melarang para siswa untuk tidak berada disekitar empat ruangan yang rusak ini. Guna menghindari hal-hal tak diinginkan.
“Alhamdulillah tidak ada hambatan untuk belajar mengajar, tapi untuk para guru kita alihkan ke ruangan lain yang tidak terlalu parah (kerusakan, red),” bebernya.
Kerusakan empat ruangan ini, kata Wahidah, sudah dikomunikasikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Loteng dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng. Mengingat ruangan terparah adalah ruang perpustakaan, menyebabkan ribuan buku diamankan sekadarnya.
“Tidak bisa kita pakai, anak-anak sementara ini belum bisa belajar atau mencari buku-buku yang diperlukan mengingat kondisi buku yang basah,” imbuh Wahidah.
Ia berharap, empat ruangan yang baru selesai masa pemeliharaan ini bisa segera diperbaiki. Sehingga penghuni sekolah bisa kembali beraktifitas seperti semula. “Informasinya akan segera diperbaiki,” cetus dia.
Terpisah, Kepala Disdikbud Loteng Lalu Idham Khalid menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Loteng.
Sekolah yang baru saja selesai diperbaiki itu akan diperbaiki lagi oleh BPBD Loteng karena rusak akibat bencana puting beliung.
“Sudah ada tim yang turun menghitung tingkat kerusakannya, nanti diperbaiki pakai dana Belanja Tidak Terduga (BTT),” sebutnya. “Yang mengusulkan adalah BPBD Loteng, sedang dihitung berapa kebutuhannya,” sambung Idham.
Ia belum bisa memperkirakan berapa besar anggaran yang dipakai untuk memperbaiki kerusakan atap dan plafon sekolah. “Ini kan masih dalam proses perhitungan, ya semoga tidak terlalu besar,” kata dia.
Sementara itu, Kepala BPBD Loteng Ridwan Ma’ruf mengatakan, dana perbaikan dari BPBD tidak untuk memperbaiki kerusakan pada fasilitas umum. Seperti, sekolah, madrasah, puskesmas. “Kalau pun dikerjakan oleh BPBD maka memakai dana hibah dari pusat,” imbuhnya.
Perbaikan menggunakan dana hibah pusat yang sudah dan akan diajukan BPBD, kata dia, perbaikan puskesmas Teratak di Desa Aik Darek yang rusak akibat puting beliung beberapa waktu lalu. Menyusul saat ini kerusakan sekolah di SDN Wakan.
“Hanya saja RAB-nya kita minta dinas teknis yang membuat, ajukan kepada kami, nanti kami ajukan ke pusat,” kata Ridwan. (ewi)
Editor : Siti Aeny Maryam