Lombok Post-Kian menjamurnya hobi fotografi, ada sosok penting yang memastikan peralatan oara fotografer tetap prima. Salah satunya adalah Ahmad Taufik alias Bang Opik.
Dia dikenal sangat andal memperbaiki kamera, baik kamera DSLR maupun mirrorless. nahkan, anggota Polri berpangkat Aiptu ini disebut sebagai "dokternya" kamera di Pulau Lombok.
Semua itu berawal saat dirinya masih muda. Memiliki hobi fotografi landscape dirinya bersama kawan berkelana mencari spot foto menarik. Dalam perjalanan ini kawan tersebut mengalami kecelakaan di lokasi foto yang mengakibatkan kamera milik kawannya rusak karena basah terkena air.
“Untuk memperbaiki kameran ini tidak ada tempat untuk perbaiki, sehingga disanalah say berinisiatif memperbaiki kamera teman,” ungkap Bang Opik.
Inisiatif ini tentu bukan sembarangan, dirinya memang punya hobi memperbaiki alat-alat elektronik sejak tahun 1992. Artinya, sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dirinya sudah menerima jasa servis elektronik.
“Sejak remaja memang hobi bongkar-bongkar elektronik, terus diperbaiki. Lambat laun menerima jasa perbaikan kamera ini,” kata dia.
Berkembangnya jasa perbaikan kamera ini pun bermodalkan mulut ke mulut. Ketika ada teman yang datang memperbaiki kamera, maka saat ada yang mencari tempat perbaikan kamera, nama Bang Opik selalu direkomendasikan.
“Ternyata semakin banyak juga yang datang (perbaiki kamera, Red), saya pun buatkan lokasinya di Google Maps,” terang Bang Opik.
Tak disangka olehnya, kemampuannya memperbaiki kamera juga diketahui sejumlah wisatawan saat berkunjung ke Pulau Lombok.
Biasanya para wisatawan identik membawa kamera atau handycam untuk mengabadikan momen liburan mereka.
“Kameranya gangguan atau apa, mereka datang ke rumah. Bahkan ada pernah wisatawan ini belum datang ke Lombok tapi sudah hubungi duluan mau datang perbaiki kameranya. Dia masih dimana, begitu sampai malah langsung ke rumah,” bebernya.
Diakui, terjun ke dunia reparasi kamera ini adalah usaha sampingan karena hobi memperbaiki alat-alat elektronik.
Bang Opik pun tidak mematok harga jasa perbaikan. Jika kerusakan kecil yang tidak sampai ganti sparepart dia selalu gratiskan.
“Tapi namanya bule walau kita bilang gratis, mereka tidak mau, tetap bayar karena melihat jasa memperbaiki ini. Dari hasil reparasi adalah buat tambah-tambah isi dapur,” kata dia.
Walau dikenal jago memperbaiki kamera, diakui, tergantung pada tahun keluaran kamera tersebut. Bang Opik mengaku belum terlalu menguasai memperbaiki kamera keluaran terbaru.
Namun jika pasiennya adalah kamera DSLR keluaran tahun 2007 hingga 2000 sebelum keluarnya Mirror Less, dia masih bisa perbaiki.
“Ada juga kamera merek tertentu yang sparepartnya terbatas, cukup sulit juga seperti Sony dibagian sensor. Waktu perbaikan juga tergantung sparepart datang, jika lama datang ya lama juga perbaikannya, tidak sampai lebih dari sebulan. Kalau tidak sampai ganti sparepart, sejam juga jadi,” imbuh anggota polisi yang bertugas di Polres Loteng ini.
Di tengah kesibukkannya menjadi anggota polisi, diakui waktu operasional perbaikan kamera dibuka sejak siang hingga malam hari.
Sebelumnya dia pernah mencoba buka pagi, tetapi saat itu dirinya masih bekerja sehingga dia pun mengalihkan jam operasional perbaikan.
“Saya buka sejak siang hingga sore hari,” cetusnya.
Uniknya, usaha Piex Service yang berlokasi di Jalan Seroja, Kelurahan Perapen, Praya itu tidak memasang papan usaha.
Itu sengaja dilakukan karena usaha perbaikan kamera adalah usaha sampingannya. “Karena usaha sampingan, hobi saja,” imbuh Bang Opik.
Dalam memperbaiki kamera selama ini dikerjakan sendiri olehnya.
Sebenarnya dia membuka peluang jika ada yang mau menjalankan usaha ini di rumah, tetapi dia menginginkan asisten yang bekerja secara pelan dan teliti.
“Ini yang masih sulit, karena memperbaiki kamera butuh ketelitian dan tidak bisa diselesaikan buru-buru. Apalagi saya tipe yang memperbaiki satu kamera dulu hingga selesai tuntas, bar uke kamera lain,” tutup dia. *
Editor : Redaksi Lombok Post