LombokPost-Pameran produk lokal Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) hadir di Lapangan Bundar Praya, Lombok Tengah.
Pameran yang berlangsung sejak tanggal 27 hingga 29 Juni ini juga menghadirkan pekan pentas seni budaya Gumi Tatas Tuhu Trasna.
Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Tengah Baiq Yuliana Safriana mengatakan, pameran produk lokal IKM dan UKM digelar dalam rangka memeriahkan Bupati Cup 4 Nasional Open Festival Karate Championship 2025 di Lapangan Bundar Praya.
Hadirnya pameran ini menjadi salah satu ajang mempromosikan hasil kerajinan dan meningkatkan kesejahteraan para pedagang kaki lima.
“Ini namanya program sekali dilaksanakan, banyak manfaat untuk masyarakat, terkhusus bagi para pelaku usaha,” katanya pada Lombok Post, Jumat (27/6).
Ia menjelaslan, pameran yang diikuti 50 pelaku IKM dan UKM ini diharapkan dapat memperkenalkan dan mengangkat produk-produk lokal sehingga lebih dicintai dan dikenal masyarakat.
"Kami menyiapkan 25 tenda sarnavil untuk tempat mereka berjualan, kami harap pameran ini dapat meningkatkan ekonomi pedagang kecil dan pelaku usaha kecil," tambahnya.
Demi kelancaran dan tertibnya kegiatan berlangsung, untuk pedagang kaki lima, panitia telah menyiapkan 25 lapak atau tenda di sebelah timur panggung utama pameran.
Selanjutnya untuk para IKM di sebelah barat panggung utama, sebanyak 25 lapak atau tenda.
“Pengunjung yang butuh makanan, bisa ke tenda bagian timur, sedangkan pengunjung yang ingin mencari hasil karya pengerajin, bisa ke tenda bagian barat,” jelasnya.
Adapun lapak pedagang kaki lima, kata Yuliana, menyediakan banyak ciri has makanan, mulai dari makanan biasa hingga luar biasa.
Sedangkan tenda bagian barat, ada beberapa produk hasil kerajinan para pengerajin, seperti ada songket, ada tas cantik yang terbuat dari anyaman, tempat HP, asbak rokok dan lainnya.
“Yang jelas, semua hasil pengerajin kita, kita sediakan, tinggal di pilih sesuai selera,” ungkapnya.
Yuliana optimis, pameran ini menjadi salah satu metode pemasaran secara offline yang cukup efektif dalam memperkenalkan produk kepada calon konsumen.
Serta menjadi ajang persaingan dimana penjual bisa menyusun strategi, inovasi, dan mengevaluasi apa saja kekurangan produknya, guna meningkatkan pendapatan bisnis mereka.
"Terakhir, mereka dari sesama pebisnis bisa saling kenal mengenal dan mempererat hubungan silaturahmi, serta mencari calon konsumen untuk jangka panjang," kata dia.
Yuliana berharap, pemerintah daerah bisa lebih banyak mengadakan event-event lokal sehingga lebih banyak lagi menggandeng dan memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan ekonomi mereka. *
Editor : Prihadi Zoldic