LombokPost-Desa Bilelando, Praya Timur, Lombok Tengah (Loteng) ditetapkan sebagai percontohan program Koperasi Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto.
Koperasi di desa ini dinilai paling siap menjalankan program nasional tersebut dengan menggandeng berbagai mitra BUMN.
Asisten II Setda Loteng Lendek Jayadi mengatakan, pemilihan Desa Bilelando sebagai pilot project karena pengurus koperasinya bergerak cepat.
Mereka sudah menunjukkan hasil signifikan, mulai dari musyawarah desa, pembentukan pengurus, hingga pelaksanaan program usaha.
Selain itu, pengurus koperasi telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Potensi usaha yang dikembangkan cukup banyak, baik di sektor perikanan, pertanian, maupun sektor lainnya," katanya, Minggu (20/7).
Lendek menyebut, pembentukan Koperasi Merah Putih telah dilakukan di 154 desa di 12 kecamatan se-Loteng. Pengurus di desa-desa itu juga menunjukkan progres yang baik.
"Koperasi Merah Putih di 154 desa Lombok Tengah sudah lengkap dengan notaris dan legalitas lainnya," ujarnya.
Sebagai informasi, di NTB terdapat 1.166 Koperasi Merah Putih yang sudah berbadan hukum dan siap diluncurkan Senin (21/7). Dinas Koperasi dan UKM NTB juga menyiapkan tiga desa percontohan sebagai model penerapan program strategis nasional Koperasi Merah Putih.
Pertama, koperasi Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat. Koperasi ini sudah bermitra dengan berbagai BUMN dalam pengadaan pupuk, gas, transaksi perbankan melalui agen, serta bisnis mebel dan peternakan ayam.
Kedua, koperasi Desa Bilelando, Praya Timur, Loteng. Letak desa yang berbatasan dengan laut memungkinkan koperasi mendanai dan mengelola usaha perikanan tangkap dan budi daya.
Ketiga, koperasi Desa Kembang Kuning, Sikur, Lombok Timur. Desa di kaki Gunung Rinjani itu memiliki potensi pertanian, sehingga usaha yang dikembangkan berupa gudang, gerai sembako, dan klinik.
"Setiap Koperasi Merah Putih punya usaha yang disesuaikan dengan potensi unggulan desa masing-masing," ucap Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Ahmad Masyhuri. (ewi/r7)
Editor : Jelo Sangaji