LombokPost-Jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mandalika di Bendungan Pengge resmi diserahkan pengelolaannya kepada Pemkab Lombok Tengah (Loteng).
Infrastruktur senilai Rp150 miliar itu siap memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga dan mendukung pengembangan KEK Mandalika.
“Hari Jumat (18/7) lalu, kami menerima pengelolaan SPAM Mandalika yang dibangun Kementerian PUPR,” kata Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri, Minggu (20/7).
Bupati mengatakan, pembangunan jaringan SPAM Mandalika yang menelan anggaran Rp 150 miliar itu bertujuan memenuhi kebutuhan air bersih di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
“SPAM ini tidak hanya untuk kebutuhan pengembangan pariwisata di Mandalika, namun juga untuk masyarakat di wilayah selatan Lombok Tengah,” katanya.
Pengelolaan SPAM Mandalika akan dilakukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Sehingga pengelolaannya lebih maksimal dan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi.
Direktur Utama PDAM Tirtha Ardia Rinjani (Tiara) Loteng Bambang Supratomo mengatakan, SPAM Mandalika memiliki kapasitas produksi 150 liter per detik dengan kapasitas pipa terpasang 200 liter per detik.
“Namun untuk tahap awal ini produksinya hanya 100 liter per detik saja. Itupun tidak seluruhnya diarahkan ke kawasan The Mandalika,” katanya.
Dari produksi 100 liter per detik itu, sekitar 41 liter per detik dialokasikan ke kawasan The Mandalika sesuai permintaan ITDC selaku pengelola kawasan.
Sisanya sebesar 59 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di desa lingkar kawasan, seperti Desa Kuta, Mertak, Sukadana hingga Teluk Awang.
“Untuk pelanggan rumah tangga saat ini sudah ada sekitar 2.000 sambungan yang terpasang di desa lingkar kawasan The Mandalika. Begitu SPAM Mandalika beroperasi, calon pelanggan yang sudah ada akan langsung mendapat layanan air bersih dari SPAM Mandalika,” kata Bambang. (ewi/r7)
Editor : Kimda Farida