LombokPost-Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lombok Tengah baru menyentuh 48 persen hingga semester pertama 2025.
Meski begitu, Bupati Lalu Pathul Bahri optimistis capaian anggaran maupun pajak daerah bisa maksimal hingga akhir tahun.
“Dari total APBD 2025 sebesar Rp 2,81 triliun yang terealisasi baru 48 persen atau Rp 1,1 triliun,” ucap bupati di ruang kerjanya, Kamis (31/7).
Realisasi anggaran belanja di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) disebut rata-rata hampir sama. Namun OPD yang menangani proyek fisik dinilai agak lambat.
“Tidak ada (rapor merah, red) serapan APBD di masing-masing OPD juga cukup baik,” cetusnya.
Untuk realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak daerah, kata bupati, telah mencapai 67 persen. Dari total target Rp 255,59 miliar, sudah terealisasi lebih dari Rp 155 miliar.
“Nah, ini cukup bagus ini sudah di atas 50 persen,” ucap Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini.
Capaian pajak ini, sebut bupati, berasal dari pajak makanan dan minuman, pajak hotel dan restoran, pajak reklame, pajak air dan tanah, retribusi parkir, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
“Ada juga pajak sarang burung walet, tapi beberapa tahun ini belum (meningkat, red) karena ini datang dan pergi,” kata bupati Pathul.
Ia menyebut capaian PBB-P2 yang ditagih melalui kepala dusun sangat efektif.
“Apalagi ini baru pertengahan tahun, melihat sisa waktu hingga akhir tahun target pajak Insyaallah tercapai, dan untuk mencapai ini kita inventarisasi sumber-sumber pajak yang lain,” beber bupati.
Sebelumnya, Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Loteng Syamsul Hadi mengatakan PAD Loteng ditargetkan Rp 478 miliar pada APBD 2025.
Sumber PAD terdiri dari pajak daerah sebesar Rp 255,59 miliar, retribusi daerah Rp 14,40 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 12,62 miliar, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah Rp 195,81 miliar.
“Sedangkan postur APBD tahun anggaran 2025 di antaranya untuk target pendapatan daerah direncanakan Rp 2,81 triliun,” sebutnya.
Editor : Siti Aeny Maryam