Perayaan HUT RI ke-80 disambut penuh suka cita oleh masyarakat Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Semarak kemerdekaan terlihat di berbagai sudut kota hingga desa.
Mulai dari kibaran bendera merah putih di setiap rumah, deretan umbul-umbul di pinggir jalan, hingga perlombaan gerak jalan indah.
-----
Kendaraan melaju pelan di jalan raya Bypass BIL menuju Desa Penujak. Dari kejauhan, sejumlah polisi melambaikan tangan, memberi isyarat agar pengendara menurunkan kecepatan.
Bukan untuk operasi gabungan, tetapi beberapa meter di depan, ribuan warga tumpah ruah memenuhi sisi jalan bypass.
Panas matahari terasa membakar, namun tak menyurutkan semangat masyarakat berdiri dan berbaris rapi di tepi jalan.
Mereka menunggu aba-aba panitia untuk memulai lomba gerak jalan indah yang digelar pemerintah kecamatan.
Peserta datang dari berbagai kalangan, mulai murid sekolah hingga emak-emak yang antusias ikut memeriahkan peringatan HUT ke-80 RI.
Pernak-pernik merah putih menghiasi para peserta. Ada pita yang dibentuk rapi di jilbab, ada seragam warna-warni, ada pula kelompok yang heboh meneriakkan yel-yel penyemangat, pantang mundur meski harus berpanas-panasan.
Begitu bendera kotak hitam putih dikibarkan panitia, peserta yang terbagi dalam beberapa kelompok mulai unjuk kebolehan.
Gerakan kompak, sorakan lantang, busana dan atribut bertema kemerdekaan dipamerkan di hadapan dewan juri dan penonton yang memadati lokasi.
Antusias warga sekitar pun tak kalah tinggi.
Mereka rela berjemur sambil duduk santai di median jalan, mencari posisi terbaik untuk menonton lomba yang hanya digelar setahun sekali ini.
Suara deru mesin kendaraan, teriakan pedagang keliling, dan tawa penonton berpadu menjadi suasana khas Agustusan.
Tak hanya lomba gerak jalan, berbagai perlombaan tradisional juga digelar, seperti bola voli, bulu tangkis, tarik tambang, makan kerupuk, hingga balap karung.
Di Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, perayaan berlangsung meriah.
“Tahun ini suasananya terasa lebih meriah. Semua warga kompak, saling mendukung, dan ikut memeriahkan perlombaan. Saya berharap momentum ini bisa mempersatukan seluruh masyarakat Indonesia untuk bangkit menuju hal yang lebih baik,” ungkap Kepala Desa Mahjad.
Bagi warga, momen ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga ajang silaturahmi, mempererat hubungan sosial, dan menumbuhkan rasa nasionalisme.
Pemerintah desa turut memberi dukungan dengan menyediakan fasilitas dan hadiah bagi pemenang. (*/r7)
Editor : Kimda Farida