LombokPost--Rumah Sakit (RS) Mandalika akhirnya resmi mencatat sejarah baru.
Untuk pertama kalinya, layanan bedah saraf di rumah sakit ini berhasil melakukan operasi darurat alias cito pada Selasa malam (26/8/2025).
Pasien perempuan asal Lombok Tengah bagian selatan masuk dalam kondisi kritis usai mengalami penurunan kesadaran mendadak.
Sebelumnya ia mengeluh sakit kepala hebat, mual muntah, hingga riwayat hipertensi.
“Hasil CT Scan menunjukkan adanya perdarahan otak dengan volume sekitar 80 cc. Kondisi ini sangat berisiko terhadap nyawa pasien, sehingga segera kami putuskan dilakukan operasi craniotomy evakuasi ICH,” jelas dr Januarman, dokter spesialis bedah saraf RS Mandalika, Rabu (27/8/2025).
Baca Juga: RS Mandalika Gelar Apel Kendaraan Dinas Jelang MotoGP
Operasi berjalan lancar. Tim berhasil mengevakuasi perdarahan, dan kini pasien dirawat intensif pascaoperasi.
“Alhamdulillah tindakan bisa dilakukan tepat waktu. Harapannya kondisi pasien semakin stabil dan bisa segera pulang dalam keadaan sehat,” tambahnya.
Yang menarik, dr Januarman baru resmi bergabung di RS Mandalika sejak 20 Agustus lalu.
Dokter lulusan Universitas Sumatera Utara (USU) ini menilai fasilitas RS Mandalika cukup memadai untuk mendukung layanan bedah saraf.
Baca Juga: RS Mandalika Rampungkan Gedung KRIS Pertama di NTB
Direktur RS Mandalika, dr Oxy Tjahjo Wahjuni, menyambut baik keberhasilan operasi perdana tersebut.
“Kami terus berkomitmen mengembangkan layanan spesialistik agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh berobat ke luar daerah,” tegasnya.
Operasi ini melibatkan kolaborasi lintas tim medis: IGD, ruang operasi, tenaga anestesi, hingga perawat. Seluruh proses dilakukan cepat, tepat, dan sesuai prosedur.
Ke depan, kehadiran dr Januarman diharapkan menjadi tonggak berkembangnya layanan bedah saraf di Mandalika.
RS Mandalika pun semakin optimistis menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Lombok Tengah dan NTB secara umum.
Editor : Kimda Farida