LombokPost-Pemkab Lombok Tengah mulai mengerjakan proyek perbaikan ratusan rumah tidak layak huni (RTLH), dengan dana dari APBD 2025.
“Untuk proyek perbaikan RTLH ditargetkan rampung Desember 2025,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Lombok Tengah Muhammad Supriaddin pada koran ini, Jumat (5/9).
Ia mengatakan, jumlah RTLH yang masuk proyek perbaikan tahun 2025 sebanyak 308 unit tersebar di 12 kecamatan di Lombok Tengah.
Jumlah ini meningkat dibandingkan RTLH tahun 2024 yang hanya 138 unit.
Untuk anggaran proyek RTLH tersebut mencapai Rp 20 juta per unit, sehingga total anggaran perbaikan RTLH tahun 2025 sebesar Rp 6 miliar.
“Total anggaran semua itu Rp6 miliar lebih,” kata mantan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Loteng ini.
Dengan adanya perbaikan ratusan RTLH tahun ini, jumlah RTLH yang belum ditangani masih sebanyak 15.660 unit di Gumi Tatas Tuhu Trasna.
Penanganan RTLH dilaksanakan bertahap karena kondisi anggaran APBD Loteng terbatas dan adanya efisiensi anggaran.
“Kalau dihitung-hitung masing-masing desa mendapatkan dua unit secara merata,” tambah Sopo, sapaannya.
Sementara untuk bisa menjadi penerima bantuan perbaikan RTLH, kata Sopo, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi masyarakat.
Antara lain, memiliki tanah sendiri dibuktikan dengan surat, mempunyai rumah tidak layak huni, dan berpenghasilan rendah.
“Proyek RTLH ini untuk warga tidak mampu dan kondisi rumahnya tidak layak,” tegas Sopo.
Editor : Jelo Sangaji