LombokPost-Di tengah gemerlapnya pariwisata yang kian maju, Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort membuktikan bahwa keberhasilan sebuah resor tak hanya diukur dari kenyamanan dan kemewahan yang ditawarkan, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap lingkungan.
Dalam sebuah langkah inspiratif, para pelaku wisata dari Pullman Lombok menggelar aksi pelepasan puluhan anak penyu dan kegiatan bersih-bersih pantai. Sebanyak 75 ekor anak penyu (tukik) dilepasliarkan di Pantai Kuta Mandalika.
Kegiatan ini, yang merupakan hasil kolaborasi dengan konservasi penyu di NTB, bertujuan untuk membantu melestarikan spesies yang terancam punah ini.
“Agar mereka bisa hidup di habitatnya,” ujar General Manager Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort Budi Wahjono pada wartawan, Jumat (19/9).
Meskipun habitat alami penyu biasanya berada di wilayah utara, kegiatan ini diharapkan bisa mendorong mereka untuk berkembang biak di wilayah selatan, khususnya di kawasan Mandalika.
Sebelum pelepasan, para peserta juga diberi penyuluhan tentang cara hidup penyu, menunjukkan komitmen edukasi yang kuat dari Pullman Lombok.
Budi Wahjono menekankan, kegiatan ini bukan hanya sekadar seremoni. Bersamaan dengan pelepasan penyu, para karyawan Pullman Lombok juga turun ke pantai untuk melakukan bersih-bersih dari sampah yang dapat merusak ekosistem laut.
Langkah ini menegaskan bahwa pelestarian alam adalah tanggung jawab bersama, dan pariwisata yang berkelanjutan hanya bisa terwujud jika lingkungan tetap terjaga.
Melalui inisiatif ini, Pullman Lombok tak hanya menjaga kebersihan dan kenyamanan bagi wisatawan, tetapi juga berinvestasi pada masa depan ekosistem Mandalika.
Kegiatan seperti ini menjadi contoh bagi industri pariwisata lain untuk turut serta dalam pelestarian lingkungan.
Di akhir kegiatan, para karyawan juga mendapatkan edukasi tentang efisiensi penggunaan air dan etika perhotelan.
Ini menunjukkan komitmen Pullman Lombok dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam pelayanan, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keberlanjutan.
Inisiatif Pullman Lombok tersebut sekaligus membuktikan bahwa pariwisata dan pelestarian alam bisa berjalan seiring.
Mereka tidak hanya menjual pengalaman liburan, tetapi juga menginspirasi para tamu dan pelaku industri lainnya untuk peduli terhadap alam yang menjadi aset utama pariwisata.
Editor : Pujo Nugroho