Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kemiskinan Lombok Tengah Turun 1,39 Persen

Lestari Dewi • Sabtu, 20 September 2025 | 12:20 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost-Angka kemiskinan di Lombok Tengah terus menurun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, lebih dari 13 ribu penduduk berhasil keluar dari garis kemiskinan sepanjang Maret 2024 hingga Maret 2025.

Jumlah penduduk miskin di Loteng pada Maret 2025 sebanyak 109.250 orang atau 10,68 persen. Angka ini menurun dari 12,07 persen pada Maret 2024 atau 122.320 orang. Penurunan 1,39 poin persentase setara dengan 13.070 orang berhasil keluar dari garis kemiskinan.

“Dalam konteks Provinsi NTB, Lombok Tengah menempati urutan ketiga dari sepuluh kabupaten/kota dengan persentase penduduk miskin terendah,” ucap Plt Kepala BPS Loteng M Saphoan, Jumat (19/9).

Penurunan ini merupakan kombinasi faktor yang saling mendukung. Pertumbuhan ekonomi Loteng yang mencapai 4,86 persen pada triwulan pertama 2025 menjadi motor penggerak utama.

Sektor primer seperti pertanian dan penggalian berperan vital dalam mendongkrak pendapatan masyarakat.

Kenaikan Harga Patokan Petani (HPP) untuk gabah dan jagung langsung meningkatkan kesejahteraan petani, yang mayoritas penduduk wilayah ini.

Selain itu, program bantuan sosial yang efektif dan peningkatan konsumsi rumah tangga sebesar 4,17 persen juga menunjukkan daya beli masyarakat semakin membaik.

Faktor eksternal ikut berperan, remitansi pekerja migran naik lebih dari 80 persen, memberikan suntikan dana segar signifikan bagi keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Analisis melalui Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menunjukkan kabar baik. Indeks ini menurun dari 1,56 menjadi 1,51, artinya rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan.

Namun, tantangan baru muncul. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) justru meningkat dari 0,27 menjadi 0,31. Angka ini menunjukkan ketidaksetaraan pengeluaran di antara penduduk miskin semakin melebar.

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri (tengah) beberkan penurunan angka kemiskinan di Lombok Tengah
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri (tengah) beberkan penurunan angka kemiskinan di Lombok Tengah

“Artinya, meskipun banyak yang semakin dekat dengan garis kemiskinan, ada sebagian kecil yang kondisinya masih sangat jauh dari sejahtera,” katanya.

Peningkatan pengeluaran signifikan untuk kebutuhan nonmakanan seperti perumahan, bensin, dan pendidikan menunjukkan adanya disparitas.

Komoditas rokok kretek filter yang masih menyumbang besar pada garis kemiskinan juga menjadi pengingat bahwa tantangan sosial ekonomi harus segera diatasi.

“Nah, untuk yang satu ini diharapkan ada edukasi yang lebih massif lagi,” cetus Saphoan.

Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri menegaskan, penurunan angka kemiskinan merupakan hasil kerja kolektif pemda bersama masyarakat.

Pemerintah juga mendorong investasi di sektor strategis serta memperkuat program pemberdayaan masyarakat desa agar pertumbuhan ekonomi dirasakan merata.

“Ini bukti bahwa program prorakyat yang kami jalankan, mulai dari penguatan sektor pertanian, penciptaan lapangan kerja, hingga penyaluran bansos mampu memberikan hasil nyata,” katanya.

Pemerintahan Pathul-Nursiah Jilid II akan terus berupaya mengurangi kesenjangan, meningkatkan kualitas SDM, dan menjaga tren positif ini.

Pathul-Nursiah sudah mendesain strategi pengentasan kemiskinan, terutama menuju kemiskinan ekstrem nol persen di Loteng.

“Seluruh OPD sudah terlibat menyiapkan program intervensi kemiskinan, baik ekstrem maupun mutlak. Kita upayakan tidak ada penambahan angka kemiskinan,” sambung Wabup Loteng M Nursiah.

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #badan pusat stastik (bps) #turun #nursiah #kemiskinan #Bupati Lombok Tengah #Lalu Pathul Bahri