Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lalu Gde Agung Ramadhan, Polisi Muda yang Membangun Harapan di Lombok Tengah

Lestari Dewi • Sabtu, 27 September 2025 | 10:16 WIB
Briptu Lalu Gde Agung Ramadhan
Briptu Lalu Gde Agung Ramadhan

Suara merdu bacaan Al-Quran mengalun di Dusun Bunsibah. Desa Gemel, Lombok Tengah (Loteng) Kehadiran TPQ Darul Hasani menjadi bukti kepedulian Briptu Lalu Gde Agung Ramadhan yang tak hanya menjaga keamanan, tapi juga menanamkan harapan bagi anak-anak yatim piatu.

-------

Di dalam gedung Taman Pendidikan Quran (TPQ) Darul Hasani yang baru dan layak, puluhan anak yatim piatu duduk berbaris rapi. Bangunan sederhana namun kokoh itu kini menjadi tempat mereka belajar.

Di sudut ruangan, seorang pria sederhana dengan kemeja motif garis dan peci hitam duduk bersila. Ia menyimak bacaan salah satu murid dengan sabar. Dialah Briptu Lalu Gde Agung Ramadhan, anggota Polri yang mendedikasikan waktunya untuk anak-anak yatim piatu.

Bagi Agung, seragam yang dikenakan bukan hanya simbol penegakan hukum, tetapi juga pengayom spiritual. Ia memang tidak rutin mengajar karena sudah ada guru mengaji, namun perhatiannya tak pernah lepas pada kondisi anak-anak yang sebelumnya harus menumpang dari rumah ke rumah untuk belajar.

Motivasi Agung muncul dari sosok seniornya di desa sebelah yang dikenal sebagai Bapak Anak Yatim Piatu, yang memberi rumah layak huni untuk mereka. Selain itu, sejak pindah dari Mabes Polri Jakarta, ia sudah berniat mendirikan TPQ di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

“Saya berhajat, kalau saya bisa dipindahkan ke Lombok Tengah, maka tabungan yang saya miliki akan digunakan untuk anak-anak yang membutuhkan, berangkat dari niat ini, Alhamdulillah dimudahkan dengan bantuan dari rekanan sekaligus sahabat saya di Malaysia,” beber putra asli Sasak ini.

Niat baik rekanannya itu bahkan membuat Agung mendapat hadiah umrah bersama guru ngaji beserta istri pada bulan puasa lalu. Sejak saat itu, rezeki terus mengalir melalui rekanannya. 

“Target mendirikan lima musala dan TPQ, ini baru satu terbangun di Loteng,” ujar pria kelahiran 1999 itu.

Perjalanan mendirikan TPQ tidak mudah. Banyak yang meragukan, bahkan mempertanyakan, kenapa seorang polisi harus mengurusi hal ini. Selain menyisihkan sebagian gaji, Agung yang bertugas di Intelkam Polres Loteng juga harus pandai membagi waktu.

Seringkali ia datang ke musala dengan wajah lelah sehabis bertugas. Namun, keletihan itu hilang begitu mendengar sapaan riang dan lantunan tahfiz anak-anak. 

Puncak kebahagiaannya bukan saat peresmian gedung, melainkan ketika seorang anak berhasil menghafal surat baru lalu berlari menceritakannya kepada Agung.

Senyum tulus anak-anak, bisikan syukur guru mengaji, dan tatapan polos yang memandangnya sebagai pahlawan.

Ia melihat masa depan cerah bagi anak-anak yatim itu. Bukan hanya karena mereka punya tempat bernaung, tapi juga fondasi iman yang kokoh.

Briptu Lalu Gde Agung Ramadhan membuktikan, pengabdian sejati tidak mengenal batas profesi.

Saat berdiri di ambang pintu, melihat anak-anak khusyuk melantunkan ayat suci, Agung sadar tugasnya sebagai polisi menjaga keamanan dan ketertiban telah terpenuhi dalam bentuk paling damai dan abadi. Ia tidak hanya mendirikan TPQ, ia menanamkan harapan.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Lombok Tengah #polisi muda #harapan