Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Serba-Serbi Perhelatan Ajang MotoGP Mandalika 2025, Ritual Sembek, Kearifan Lokal dari Goresan Merah untuk Keselamatan Pembalap Dunia

Lestari Dewi • Kamis, 2 Oktober 2025 | 18:25 WIB
RITUAL ADAT: Pemangku adat Bayan memberikan ritual adat Sembek kepada para pembalap dan kru MotoGP saat tiba di BIZAM, Lombok Tengah, Senin (29/9) lalu.
RITUAL ADAT: Pemangku adat Bayan memberikan ritual adat Sembek kepada para pembalap dan kru MotoGP saat tiba di BIZAM, Lombok Tengah, Senin (29/9) lalu.

Deru mesin balap kelas dunia bersua dengan kearifan leluhur di Lombok. Di balik gemerlap MotoGP Mandalika 2025, sebuah ritual sederhana dengan goresan merah di dahi menyimpan makna mendalam. Sembeq, warisan adat Bayan, menjelma kapsul keselamatan yang membuat para pembalap dunia sejenak menundukkan kepala pada doa bumi Sasak.

-----

SENJA di Lombok terasa lebih istimewa. Langit yang memerah menjadi saksi bisu kedatangan rombongan besar MotoGP Mandalika 2025 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah.

Saat bintang sirkuit seperti Francesco “Pecco” Bagnaia dan Marco Bezzecchi tiba, penyambutan berlangsung meriah. Tidak hanya karangan bunga dan tarian lemah gemulai, tetapi juga sebuah ritual adat yang penuh makna, Sembek atau Sembeq, berupa goresan merah yang dioleskan di dahi.

Reaksi para pembalap pun beragam. Pecco Bagnaia sempat kaget dan menghindar ketika pertama kali dihadapkan pada ritual itu. Momen singkat yang canggung tersebut justru viral, membuka jendela keunikan budaya Lombok yang kini mendunia.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Utara Denda Dewi Tresni Budi Astuti menjelaskan keterkejutan pembalap terjadi karena kurangnya informasi awal. Namun, setelah dijelaskan maknanya, respons mereka berubah sangat positif.

Dispar Lombok Utara sengaja mengangkat Sembeq sebagai strategi sustainable tourism. Ritual ini, kata Denda Dewi, adalah prosesi kuno yang bertujuan menciptakan magnet energi untuk keselamatan sekaligus doa.

“Di sinilah sustainable tourism akan bisa kita sounding ke dunia internasional bahwa kita punya keunikan tersendiri,” terang Denda Dewi.

Pemangku Adat Bayan Raden Kertamono mengungkap rahasia bahan dan filosofi dari ritual Sembek. Sembek dibuat dari campuran kunyahan daun sirih, daun pinang, dan kapur yang menghasilkan warna merah menyala. Maknanya mendalam, merah melambangkan darah sebagai komponen vital tubuh manusia.

“Semua bahan di atas dikunyah sehingga menghasilkan warna merah yang berarti tubuh manusia memerlukan darah merah. Kalau ndak ada darah dalam tubuh manusia ndak bisa apa-apa,” jelas Raden Kertamono.

Tujuan ritual ini sangat sakral, untuk keselamatan jiwa. Sembek diyakini menolak bala, menolak sakit, dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama aksi balapan MotoGP di Sirkuit Internasional Mandalika.

Dengan Pecco dan pembalap top lainnya membawa goresan Bayan di dahi mereka, tradisi lokal kini menjelma kapsul keselamatan spiritual bagi ajang balap paling berbahaya di dunia.

Inilah bukti bahwa perpaduan sport tourism dan kearifan lokal mampu melahirkan kisah yang bukan hanya menarik, tetapi juga penuh makna. Lombok berhasil membuktikan, kecepatan tertinggi sekalipun tetap tunduk pada doa terbaik dari bumi para leluhur.

Editor : Siti Aeny Maryam
#kearifan lokal #ritual #Serba-Serbi #goresan #Sembek #motogp mandalika 2025