Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Petani Harap Tenang, Stok Pupuk Subsidi Aman di Lombok Tengah

Lestari Dewi • Senin, 13 Oktober 2025 | 15:33 WIB
PUPUK SUBSIDI: Seorang petani tembakau sedang memanen lembaran-lembaran daun tembakau di Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.
PUPUK SUBSIDI: Seorang petani tembakau sedang memanen lembaran-lembaran daun tembakau di Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.

LombokPost-Pemkab Lombok Tengah memastikan stok pupuk bersubsidi untuk petani pada musim tanam pertama akhir 2025 dalam kondisi aman.

”Target penyerapan pupuk bersubsidi di 2025 sampai hari ini sudah mencapai 49 persen, sehingga sisanya siap memenuhi kebutuhan pada musim tanam pertama 2025-2026,” kata Asisten II Setda Lombok Tengah Lendek Jayadi, Minggu (12/10).

Menurut Lendek, Pemkab telah berkoordinasi dengan distributor pupuk bersubsidi menjelang musim tanam yang akan dimulai akhir tahun ini.

Dari hasil rapat tersebut, ketersediaan pupuk bagi petani dinyatakan aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Baca Juga: Pemangkasan TKD Jegal Mimpi Honorer, Bupati Lombok Tengah Pusing Tujuh Keliling

Ia menjelaskan, Pupuk Indonesia juga telah menyampaikan kesiapan stok dengan serapan 73 persen.

Distributor masih memiliki sisa stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan petani.

“Tinggal menunggu permintaan dari petani, baik jenis urea maupun NPK,” ujarnya.

Dari hasil evaluasi, serapan pupuk urea lebih tinggi dibandingkan NPK.

Karena itu, Pemkab mendorong agar kedua jenis pupuk tersebut bisa terserap seimbang sesuai kuota yang ditetapkan berdasarkan E-Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK).

Baca Juga: ITDC dan MGPA Siapkan Evaluasi, Cegah Pemalsuan Stiker Terulang

Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian (Distan) Loteng Zaenal Arifin mengatakan, pihaknya telah menerbitkan surat keputusan (SK) kepala dinas terkait penyaluran pupuk.

Langkah itu dilakukan karena aturan penyaluran kini dipangkas.

“Alokasi pupuk tahun 2025 untuk urea sebanyak 24.506 ton, NPK 22.082 ton, dan pupuk organik 2.545 ton, dengan luas tanam mencapai 96 ribu hektare per tahun,” katanya.

Untuk jumlah E-RDKK, urea tercatat 28.397 ton, NPK 36.278 ton, dan organik 8.493 ton.

Jika dibandingkan antara alokasi dengan E-RDKK, kebutuhan tahun 2025 untuk urea sudah terpenuhi 86,30 persen dan NPK 60,78 persen.

“Jika dibandingkan dengan tahun 2024, urea mencapai 96,86 persen dan NPK 66,99 persen. Ada sedikit penurunan dibandingkan tahun lalu,” ungkapnya.

Meski demikian, jika mengacu pada alokasi awal tahun 2024 yang hanya 13.000 ton untuk urea, maka peningkatan tahun 2025 menjadi 24.506 ton cukup signifikan.

Karena itu, pihaknya meminta petani menebus pupuk sesuai E-RDKK.

“Kalau kurang, kita akan ajukan tambahan seperti tahun 2024, di mana dua kali mendapat tambahan alokasi, pada April-Mei sebanyak 10.000 ton dan Oktober sebanyak 4.000 ton,” tutup Zaenal.

Editor : Kimda Farida
#stok #Lombok Tengah #Aman #Petani #Pupuk Subsidi