Program JAGA GIZI (Jaksa Peduli Gizi Anak Nasional) menjadi program unggulan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri Lombok Tengah. Pertama kali diluncurkan di NTB, kegiatan ini untuk mendukung terpenuhinya kebutuhan gizi anak sebagai investasi sumber daya manusia unggul di masa depan.
----
Langkah Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Putri Ayu Wulandari tampak mantap namun penuh kehangatan saat memasuki gerbang SDN 4 Praya dan SMPN 2 Praya, pagi itu. Kunjungannya menjadi tindak lanjut nyata setelah peresmian program unggulan Kejaksaan Negeri, JAGA GIZI (Jaksa Peduli Gizi Anak Nasional).
Di SDN 4 Praya, suasana tampak hidup dan ceria. Ratusan siswa berbaris rapi menanti paket makan siang bergizi. Aroma masakan yang disiapkan mitra SPPG Renteng dan Praya mulai tercium, menambah semangat anak-anak yang matanya berbinar penuh antusias.
Kepala Kejari Putri Ayu Wulandari yang didampingi jajarannya tidak hanya mengawasi dari jauh. Ia berbaur dengan para siswa, membagikan paket makan siang sambil berbincang hangat. Senyumnya ramah, menenangkan setiap anak yang menerima makanan.
“Adik-adik, makanannya harus habis ya. Ini untuk membuat kalian pintar dan sehat!” sapa Putri, yang disambut anggukan malu-malu dan senyum lebar para siswa.
Fokus kunjungan itu memastikan distribusi berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran. Kepala Kejari meninjau langsung proses penerimaan paket, dari meja penyerahan hingga momen anak-anak menikmati hidangan mereka. Ia juga berdialog dengan Kepala SDN 4 Praya Suyatni, Kepala SMPN 2 Praya A. Rahman, serta perwakilan mitra penyedia makanan.
Putri menekankan pentingnya tata kelola yang baik dan akuntabilitas sesuai aturan. “Setiap paket MBG yang terdistribusi adalah investasi sumber daya manusia unggul di masa depan bangsa,” ujarnya.
Suasana di SMPN 2 Praya yang memiliki 796 siswa tampak lebih teratur namun tetap semarak. Di sana, Kepala Kejari berdiskusi dengan pihak sekolah mengenai kualitas gizi dan standar kebersihan makanan.
Kunjungan itu bukan sekadar pengawasan, tetapi bentuk nyata kolaborasi. Kehadiran Kejari Lombok Tengah memberi keyakinan bahwa program MBG mendapat dukungan hukum dan kelembagaan yang kuat. Para kepala sekolah pun menyambut baik langkah tersebut dan menyampaikan apresiasi.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata kolaborasi antara institusi penegak hukum dan sektor pendidikan dalam mendukung program pemerintah yang bertujuan mencetak generasi muda yang sehat, profesional, dan berintegritas,” kata Kepala SMPN 2 Praya A Rahman.
Editor : Marthadi