LombokPost-Generasi muda khususnya Gen Z menjadi sasaran utama kegiatan reses anggota dewan belakangan ini, termasuk Anggota DPRD Lombok Tengah Ahmad Supli.
Reses yang berlangsung di Pondok Pesantren Baitul Qurro Beson, Bunsalak, Desa Jago itu membaha beragam isu yang relevan dengan kehidupan mereka.
“Generasi muda milenial ini (kedepannya) sangat penting dalam pembangunan daerah dan negara ke depan, apa yang mereka sampaikan sangat orisinil di tengah masyarakat,” ungkap Ahmad Supli pada Lombok Post, Senin (10/11).
Gen Z dan milenial mendominasi jumlah pemilih pada Pemilu 2024 (mencapai lebih dari 50 persen dari total pemilih), menjadikan mereka kelompok demografi yang sangat berpengaruh dalam politik.
Sebab itu, melalui forum reses ini digunakan Supli sebagai ajang pendidikan politik untuk mengenalkan fungsi dewan dan pentingnya menyampaikan aspirasi kepada generasi muda.
“Ada suatu lokasi di Lombok Tengah tidak pernah dikunjungi anggota dewannya. Ibarat kue, mereka tidak pernah diberikan, seperti perbaikan kelas, sarana dan prasarana penunjang pendidikan mereka misalnya,” sindir politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Sebab itu, melalui reses ini dirinya ingin melihat sejauh mana generasi muda memahami cara pandang dan perspektif mereka terhadap berbagai isu pembangunan dan kebijakan publik.
“Saya ingin mendengar langsung gagasan, keluhan, dan kebutuhan anak muda di daerah pemilihan masing-masing,” kata Ketua Komisi I DPRD Lombok Tengah ini.
Adapun kondisi pondok pesantren yang dia kunjungi, diakui sudah cukup baik namun belum memadai. Misal, kekurangan ruang kelas baru (RKB), meja dan kursi untuk santri/santriwati, perpustakaan, hingga suasana lingkungan pondok yang kurang nyaman.
“Justru mereka minta kipas angin, bukan AC, mereka minta buku-buku untuk perpustakaan. Aspirasi ini akan kami tampung,” kata Supli.
Supli berharap reses yang menyasar Gen Z ini menjadi upaya dirinya untuk lebih dekat dengan konstituen muda, mendengarkan masalah riil yang mereka hadapi, dan mencoba merumuskan kebijakan yang lebih relevan dengan masa depan generasi tersebut.
Editor : Marthadi