LombokPost-Penandatanganan pakta integritas percepatan penurunan stunting Lombok Tengah diharapkan tidak hanya menjadi seremonial.
Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah menekankan agar pemerintah desa, kelurahan, dan camat terus mendorong inovasi dalam upaya menurunkan angka stunting yang kini berada di angka 9,28 persen atau 7.841 balita per Oktober 2025.
“Pakta integritas ini kan untuk memantapkan fungsi Tim Pengendalian Penurunan Stunting (TPPS), kita harapkan ini terbentuk hingga tingkat camat, desa dan kelurahan dengan membuat inovasi-inovasi program penurunan stunting,” ucap Nursiah usai Rakor Tim Pengendalian Penurunan Stunting Loteng di kantor bupati, Senin (17/11).
Wabup Nursiah mengatakan, hasil pemantauan status gizi Loteng tahun 2024 menunjukkan stunting 10,16 persen kini turun menjadi 9,28 persen. Stunting, kata dia, harus dipangkas cepat. Program intervensi segera dilakukan secara konvergensi, holistik, terintegrasi, dan tepat sasaran.
“Upaya untuk mewujudkan target nasional 14,4 persen di tahun 2029 ini diperlukan upaya ekstra yang menuntut kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kolaboratif dari semua pihak,” ucapnya.
Ia mengatakan, data perhitungan SSGI 2024 untuk penurunan stunting menunjukkan angka Lombok Tengah naik menjadi 24,9 persen, sementara NTB 29,8 persen. Kondisi ini menjadi perhatian bersama agar pencegahan dan penanganan stunting di Gumi Tastura berjalan optimal.
“Agar siklus terjadinya stunting dapat dicegah, perlu ada formulasi kebijakan dan strategi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang ada, satu di antaranya konvergensi penguatan koordinasi TPPS kabupaten, kecamatan dan desa,” terang politisi Golkar ini.
Ia menegaskan, penguatan koordinasi antar sektor dan keterlibatan seluruh pihak, baik pemerintah maupun non pemerintah, mulai dari posyandu, dusun, desa, kecamatan, hingga kabupaten, menjadi kunci penurunan stunting di Loteng.
“Sehingga komitmen pemerintah pusat menurunkan stunting 14,4 persen tahun 2029 dan mencapai lima persen tahun 2029 bisa terwujud dalam RPJPN 2025-2045,” tutup Wabup Nursiah.
Editor : Siti Aeny Maryam