LombokPost-Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menekankan pentingnya menjadikan setiap rumah sebagai taman bacaan yang hidup. Langkah ini dinilai sebagai upaya memajukan literasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Gumi Tatas Tuhu Trasna.
“Keluarga adalah sekolah pertama dan utama. Sentuhan kasih sayang dan keteladanan dari seorang ibu, seorang bunda literasi memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menumbuhkan minat baca anak sejak usia dini,” ucap bupati dalam kegiatan Pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan/Desa/Kelurahan se-Lombok Tengah, Kamis (27/11).
Bupati Pathul menjelaskan, literasi adalah jantung peradaban. Literasi bukan sekadar kemampuan membaca atau menulis aksara, tetapi kemampuan memahami dunia, memecahkan masalah dan mengambil keputusan yang cerdas dan bijak.
“Tanpa fondasi literasi yang kuat, cita-cita kita untuk menjadikan Lombok Tengah sebagai kabupaten yang maju, mandiri dan berdaya saing akan sulit terwujud,” terangnya.
Bupati menegaskan, pengukuhan bunda literasi kecamatan dan desa/kelurahan bukanlah seremoni formal semata, melainkan amanah dan tanggung jawab besar. Ratusan peserta yang hadir disebut sebagai duta pergerakan literasi, pahlawan tanpa tanda jasa yang akan menggerakkan budaya baca mulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.
Politisi Gerindra ini menambahkan, kendala geografis sering menjadi penghalang bagi masyarakat pelosok untuk mengakses bahan bacaan berkualitas. Karena itu, perpustakaan harus hadir dan menjemput pembaca. Inilah yang melatarbelakangi lahirnya inovasi unggulan Loteng, Layanan Pangeran atau LAPANG.
“Saya menginstruksikan kepada seluruh perangkat daerah dan khususnya camat, kepala desa serta lurah untuk mendukung penuh operasionalisasi LAPANG. Fasilitasi, kawal dan jadikan layanan ini sebagai bagian dari program pembangunan desa/kelurahan,” tegas bupati.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Loteng Lalu Muliawan mengatakan, LAPANG adalah wujud komitmen nyata pemkab Loteng untuk mendekatkan buku dan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Dengan mobil perpustakaan keliling, pihaknya memastikan ribuan koleksi buku bergerak, menyapa dan melayani anak-anak serta warga di setiap pelosok desa.
Layanan Pangeran ini menjadi katalisator bagi para bunda literasi. Jika bunda literasi menumbuhkan minat, maka LAPANG menyediakan bahan bakunya. “Sinergi antara pergerakan bunda literasi di tingkat desa dengan mobilitas layanan pangeran akan mempercepat terwujudnya masyarakat Loteng yang gemar membaca dan literat,” kata dia.
Editor : Siti Aeny Maryam