LombokPost-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah mencatat sebelas infrastruktur vital rusak akibat cuaca ekstrem. Lima di antaranya jembatan penghubung, sisanya jalan longsor.
"Dari sebelas ini ada lima jembatan yang rusak,” ucap Kepala Dinas PUPR Lombok Tengah Lalu Rahadian, Selasa (2/12).
Adapun lokasi jembatan tersebut antara lain jembatan putus akibat air bah di Praya Tengah, jembatan penghubung ke Dusun Pagutan Desa Karang Sidemen, jembatan akses ke SDN Pampang Desa Kabul yang tidak bisa dilalui.
Kemudian, jembatan di Dusun Pandan putus akibat air bah, dan jembatan penghubung Dusun Dasan Lekong menuju Makam Datu runtuh akibat air bah.
“Sedangkan jalan longsor ada di Pemepek, jalan longsor di Montong Dao-Desa Teratak, longsoran badan jalan di Ketangge-Aik Berik, longsoran antara dua jembatan Kumbak1 dan Kumbak 2 di Desa Aik Bual,” paparnya.
Untuk jembatan putus yang terjadi Februari lalu di Desa Mujur, pihaknya sudah menyusun Detail Engineering Design (DED). Sedangkan sejumlah jembatan putus terbaru, Dinas PUPR telah menurunkan tim meninjau kondisi bersinergi dengan BPBD Loteng.
“Apakah akan dilakukan penanganan darurat dulu atau permanen, untuk permanen ini perlu ditentukan dulu sumber anggarannya dari mana,” jelas Rahadian.
Jika membutuhkan penanganan darurat sementara, menjadi ranah BPBD sebelum perbaikan permanen oleh Dinas PUPR Loteng. “Kita harapkan BPBD bisa tangani penanganan darurat dulu,” cetus dia.
Melihat intensitas hujan sedang hingga lebat belakangan ini, pihaknya mulai melakukan pemantauan terhadap jembatan dan jalan yang berpotensi rusak akibat cuaca. Pemantauan dilanjutkan dengan pengerukan sedimentasi sungai.
“Jika memungkinkan untuk diangkat ya kita angkat,” kata Rahadian.
Sementara itu Wakil Ketua III DPRD Lombok Tengah Uhibbussa’adi mengaku telah mendapat laporan terkait beberapa infrastruktur vital yang rusak. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat peran jembatan sebagai akses vital masyarakat.
“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan penanganan daruratnya agar masyarakat bisa kembali beraktifitas,” ucap politisi PKS ini.
Terpisah, Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri menyebut telah menurunkan tim melihat lebih dekat dua titik jembatan penghubung yang rusak. Tujuannya agar cepat diproses penanganan, minimal jembatan sementara dari Belanja Tak Terduga (BTT).
“Ini kan perlu proses juga meski sementara, karena harus dipertanggungjawabkan juga,” katanya.
Editor : Siti Aeny Maryam