Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

APBD 2026 Tertekan, Ini Jurus Lombok Tengah Agar Ekonomi Tetap Melaju

Lestari Dewi • Sabtu, 6 Desember 2025 | 14:33 WIB
POTENSI PAD: Deretan kendaraan roda dua parkir di bahu jalan depan Pasar Kuta Mandalika, Lombok Tengah, belum lama ini.
POTENSI PAD: Deretan kendaraan roda dua parkir di bahu jalan depan Pasar Kuta Mandalika, Lombok Tengah, belum lama ini.

LombokPost - Wakil Bupati Lombok Tengah M Nursiah memastikan pengurangan dana Transfer ke Daerah (TKD) menjadi momentum mendorong kemandirian dan menggali sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru.

Meski pengurangan TKD mencapai Rp 400 miliar lebih, Loteng optimis pertumbuhan ekonomi ke depan membaik.

“Menghadapi APBD 2026 dengan pengurangan TKD, kami dan bupati sudah membahas langkah-langkah strategis agar pertumbuhan ekonomi dan investasi tetap jalan,” ucap Nursiah pada Lombok Post, Jumat (5/12).

Perolehan PAD, kata wabup, merupakan bentuk kemandirian daerah sehingga langkah ini dianggap paling aman dilakukan ketimbang memangkas belanja modal, belanja pegawai, dan biaya sosial yang menyangkut pelayanan publik.

“Kita akan gali lagi pajak dan retribusi yang layak dengan kajian, lakukan intensifikasi dan ekstensifikasi. Sebab kami optimis melihat progress PAD ke depan meningkat,” jelas Ketua DPD II Partai Golkar Lombok Tengah ini.

Terhadap iklim investasi, sambungnya, sudah mulai tumbuh positif meski didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) disusul Penanaman Modal Asing (PMN).

Dalam memberikan pelayanan kepada investor, pemkab berkomitmen memberikan kemudahan dalam pengurusan perizinan, serta menyosialisasikan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas daerah wisata.

“Terpenting sektor ekonomi yang riil, yaitu pertanian, peternakan, perikanan, pelaku UMKM dan peningkatan keterampilan SDM lokal. Kami melihat kontribusi sektor ini sudah dalam peningkatan dan pemantapan,” jelas mantan Sekda Lombok Tengah itu.

Menyoal pernyataan anggota dewan, jika sumber PAD baru tidak digali tahun depan akan berdampak pada keuangan daerah yang kolaps, dibantah Nursiah.

Dalam mengukur potensi PAD tahun berikutnya disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki saat ini, dilanjutkan pada pelaksanaan program bersifat belanja operasional, belanja modal, maupun belanja pembiayaan.

“Pada program kegiatan misalnya, kita akan melihat pengaruh teknis seperti apa, baik langsung atau tidak terhadap ekonomi masyarakat, investor. Bagi kami masih tetap optimis dan menjaga stabilitas ekonomi di Lombok Tengah,” tutup dia.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi dari Universitas Mataram Subhan menyampaikan, pihaknya sudah melakukan riset terhadap berbagai potensi yang bisa digali dan menjadi sumber PAD Loteng, salah satunya retribusi parkir.

"Beberapa titik atau kantong parkir perlu dilakukan inventarisir dengan baik," cetusnya.

Editor : Marthadi
#Lombok Tengah #wakil bupati #PAD #Penambahan #selamatkan #APBD #kunci