LombokPost-Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menegaskan, gelar pengawasan memiliki makna strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa dan kelurahan. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan serta aset desa.
“Gelar pengawasan ini bukan sekadar forum penyampaian hasil pengawasan, tetapi menjadi media pembelajaran bersama untuk memperbaiki kelemahan tata kelola pemerintahan desa dan kelurahan,” tegas Bupati usai menghadiri kegiatan Gelar Pengawasan Desa dan Kelurahan oleh Inspektorat Loteng, Senin (29/12).
Bupati menekankan, pengawasan tidak dimaksudkan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai upaya pembinaan dan pengawalan agar penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Politisi Gerindra ini juga mengapresiasi capaian kinerja tindak lanjut hasil pengawasan di Gumi Tastura. “Alhamdulillah, berdasarkan data BPK RI Perwakilan Nusa Tenggara Barat, tingkat penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan di Kabupaten Lombok Tengah telah mencapai 91,77 persen. Capaian ini menempatkan Lombok Tengah sebagai peringkat pertama se-NTB,” ungkapnya.
Capaian tersebut menjadi bukti komitmen bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, dan kelurahan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada 71 desa dan kelurahan yang telah menuntaskan seluruh rekomendasi hasil Laporan Pemeriksaan Inspektorat Loteng.
Inspektur Inspektorat Loteng Lalu Aknal Afandi menjelaskan, gelar pengawasan bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa dan kelurahan yang baik, bersih, melayani, transparan, dan akuntabel.
“Melalui kegiatan ini, kita membangun integritas pengawasan, mempercepat penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan, meningkatkan kinerja pengawasan pemerintah daerah, sekaligus sebagai bahan evaluasi bersama,” singkatnya.
Editor : Pujo Nugroho