Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lombok Tengah Perkuat Status Penyangga Pangan Nasional, Produksi Gabah 2025 Tembus 509 Ribu Ton

Lestari Dewi • Rabu, 14 Januari 2026 | 19:41 WIB
produksi gabah di Lombok Tengah mencatatkan angka fantastis mencapai 509 ribu ton, melampaui target dan mengamankan stok pangan bagi satu juta penduduknya.
produksi gabah di Lombok Tengah mencatatkan angka fantastis mencapai 509 ribu ton, melampaui target dan mengamankan stok pangan bagi satu juta penduduknya.

LombokPost - Kabupaten Lombok Tengah mengukuhkan diri sebagai lumbung pangan yang tangguh di Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Sepanjang tahun 2025, produksi gabah di Gumi Tatas Tuhu Trasna mencatatkan angka fantastis mencapai 509 ribu ton, melampaui target dan mengamankan stok pangan bagi satu juta penduduknya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah Zainal Arifin, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan buah dari kondisi cuaca yang mendukung serta optimalisasi lahan yang terjaga.

"Kondisi ini membuat Lombok Tengah tetap produktif dalam pangan beras. Ada peningkatan produksi sebesar 4 persen dibandingkan tahun 2024," ujar Zainal di Praya, Rabu (14/1).

Dengan jumlah penduduk mencapai satu juta jiwa, kebutuhan pangan di Lombok Tengah sebenarnya hanya berada di angka 180 ribu ton per tahun.

Artinya, dengan produksi 509 ribu ton gabah, Lombok Tengah mengalami surplus besar yang sekaligus memperkuat posisinya sebagai daerah penyangga pangan nasional.

Keberhasilan ini ditopang oleh luas tanam padi yang mencapai 95 ribu hektare per tahun, yang mencakup musim tanam pertama (MT1) hingga ketiga (MT3).

Selain padi, Lombok Tengah juga produktif di sektor palawija dengan luas tanam jagung mencapai 18 ribu hektare dan kedelai 5 ribu hektare.

Pemkab Lombok Tengah tidak ingin cepat berpuas diri. Program Optimasi Lahan (Oplah) akan kembali digulirkan dengan target luas tanam 2.500 hektare.

Program ini difokuskan untuk mendorong lahan yang biasanya hanya mampu tanam sekali setahun, menjadi dua hingga tiga kali tanam.

"Tahun 2025 lalu, realisasi program Oplah kami mencapai 90 persen. Tahun ini (2026), kami optimis lahan baku sawah seluas 52 ribu hektare di Loteng bisa bekerja lebih maksimal untuk mendukung ketahanan pangan," tambahnya.

Dengan pengawalan ketat dari berbagai pihak, termasuk TNI dalam proses pembelian gabah petani, sektor pertanian Lombok Tengah diharapkan tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah sekaligus benteng pangan bagi NTB dan nasional di masa depan. 

 

 

Editor : Prihadi Zoldic
#Lombok Tengah #dinas pertanian #penyangga #gabah #Perkuat #pangan nasional