LombokPost-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Tengah mencatat enam dari 33 pasar yang dikelola akan beralih fungsi menjadi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Pasar-pasar tersebut memiliki luas sekitar enam hingga 10 are dan saat ini tengah dalam proses pembangunan gerai.
“Usulan yang masuk ke kami ada delapan lokasi pasar, tapi yang bisa kami berikan hanya enam lokasi ini,” ungkap Plt Kepala Disperindag Loteng RR Sri Mulyaningsih kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (22/1).
Adapun keenam pasar yang diberikan antara lain Pasar Semparu, Pasar Renteng, Pasar Dasan Baru, Pasar Bunkate, Pasar Besun, dan Pasar Kuta.
“Lokasi pasar yang tidak bisa kita berikan itu Pasar Penaban dan Pasar Ubung (masih berproses),” tambahnya.
Ada beberapa alasan Disperindag belum menyerahkan pasar tersebut. Untuk Pasar Penaban, dinas tidak memiliki solusi untuk memindahkan pedagang sehingga usulan tersebut ditolak pemerintah kabupaten.
Selain itu, lokasi Pasar Penaban sangat sempit bagi pedagang harian yang berjumlah cukup banyak.
“Sedangkan Pasar Ubung, ini masih tarik ulur apakah bisa atau tidak diberikan, dan juru pungutnya masih satu orang yang tangani dua pasar,” jelas Ningsih.
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Loteng Ikhsan mengatakan, dari total 154 desa atau kelurahan, baru 52 yang sedang membangun KDKMP di Gumi Tatas Tuhu Trasna.
Sementara sisanya masih dalam proses perencanaan karena menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
“Soal ketersediaan lahan yang dimiliki desa, terutama bagi desa-desa pemekaran. Karena dalam pemekaran itu nyaris tidak disertai dengan penyertaan dan pembagian aset oleh desa-desa induk,” katanya.
Rumitnya pelepasan aset ini, sebut Ikhsan, tidak boleh diabaikan. Pihaknya sangat berhati-hati dan mengimbau desa atau kelurahan agar tidak lalai dalam penelaahan administrasi pelepasan aset tersebut.
“Sehingga kami pun teken MoU dengan Kejaksaan Negeri, agar ini tidak menyalahi aturan dan turut mendampingi pembangunan KDKMP dari aspek administrasi, terutama tata cara pelepasan pemanfaatan dan penggunaan aset karena ini rawan,” beber Ikhsan.
Percepatan pembangunan KDKMP terus dikawal. Ikhsan menyebut dalam waktu kurang dari dua minggu akan ada salah satu koperasi yang siap diresmikan, yaitu di Desa Rembitan.
“InsyaAllah di Desa Rembitan akan menjadi mockup atau model percontohan pertama mewakili KDKMP di Lombok Tengah,” sebutnya.
Editor : Kimda Farida