Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mandalika Hotel Associations Sebut Festival Bau Nyale Angkat Okupansi Hotel

Lestari Dewi • Rabu, 18 Februari 2026 | 17:29 WIB
Sejumlah tamu lakukan check-in dan check-out di lobi Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort, Lombok Tengah, Senin (16/2).
Sejumlah tamu lakukan check-in dan check-out di lobi Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort, Lombok Tengah, Senin (16/2).

 

LombokPost-Awal tahun 2026 menjadi momentum menggembirakan bagi pelaku pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah.

Tingkat keterisian hotel atau okupansi melonjak hingga menembus angka 70 persen. Lonjakan ini didorong kehadiran Festival Bau Nyale yang digelar di kawasan Pantai Seger, Kuta.

Sepekan menjelang puncak perayaan, sejumlah hotel bahkan melaporkan kamar sudah penuh dipesan. Wisatawan mancanegara mendominasi hunian dengan persentase mencapai sekitar 70 persen, sementara sisanya wisatawan domestik dan lokal.

Ketua Mandalika Hotel Association (MHA) Syamsul Bahri menyebut, Festival Bau Nyale terbukti menjadi magnet kuat di awal tahun.

Tradisi tahunan masyarakat Sasak dalam menangkap nyale, yang dipercaya sebagai jelmaan Putri Mandalika, memiliki daya tarik budaya yang unik dan berbeda dibandingkan event lainnya.

“Momentum seperti ini sangat membantu menggerakkan okupansi hotel di awal tahun. Terutama karena wisatawan asing sangat tertarik dengan event budaya yang otentik,” ujarnya, Selasa (17/2).

Menurutnya, geliat ini memberikan sinyal positif bagi pemulihan dan pertumbuhan pariwisata. Kawasan Mandalika yang selama ini dikenal sebagai destinasi sport tourism kini semakin menunjukkan kekuatan pada sektor cultural tourism.

Meski okupansi hotel meningkat signifikan, pelaku pariwisata memberikan catatan penting. Mereka berharap Festival Bau Nyale tidak hanya menjadi agenda rutin daerah, tetapi juga mendapat dukungan lebih besar dari pemerintah pusat.

Dengan keterlibatan pemerintah pusat, Bau Nyale diyakini berpotensi naik kelas menjadi festival budaya berskala lebih besar.

“Tinggal bagaimana sinergi antara daerah dan pusat diperkuat agar tradisi budaya ini tak hanya lestari, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi yang berkelanjutan bagi Lombok Tengah,” terang General Manager JM Hotel ini.

Terpisah, General Manager Hotel Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort Budi Wahjono menyampaikan, awal tahun 2026 yang secara tren diprediksi landai justru mampu dilewati dengan capaian positif oleh Pullman Lombok Mandalika Beach Resort.

Manajemen hotel bintang lima yang berada di kawasan Mandalika ini memastikan okupansi Januari tetap sesuai target, meski pasar pariwisata biasanya belum sepenuhnya pulih pascalibur akhir tahun.

Diakui, secara forecast awal tahun memang tidak dipatok terlalu tinggi. Hal itu mengikuti pola kunjungan wisatawan yang cenderung melambat setelah momentum Natal dan Tahun Baru.

Namun, strategi penjualan dan penguatan pasar yang dilakukan manajemen mampu menjaga performa hunian tetap on track.

“Awal tahun memang sudah diperkirakan tidak terlalu tinggi sesuai tren. Akan tetapi Januari kemarin Pullman tetap mencapai target yang direncanakan,” ujarnya.

Meski Januari relatif stabil, tantangan justru terlihat pada momentum event budaya Bau Nyale. Periode perayaan yang identik dengan lonjakan kunjungan wisatawan itu, menurutnya, belum berdampak signifikan terhadap okupansi hotel bintang lima.

Ia mencontohkan, pada 7 Februari lalu tingkat hunian masih berada di kisaran 40 persen. Angka tersebut dinilai belum mencerminkan potensi besar event Bau Nyale yang selama ini dikenal sebagai salah satu daya tarik budaya khas Lombok.

“Untuk periode Bau Nyale, okupansi di hotel bintang lima masih belum naik secara signifikan. Ini menjadi PR bersama, terutama dalam hal promosi. Event sekelas Bau Nyale seharusnya bisa dipromosikan lebih masif ke luar negeri,” tegasnya.

Menurutnya, promosi yang lebih agresif dan terintegrasi di pasar internasional akan membuka peluang mendatangkan wisatawan mancanegara dengan daya beli tinggi yang selama ini menjadi segmen utama hotel bintang lima. 

“Pun demikian untuk long weekend Tahun Baru Imlek juga masih di bawah 50 persen karena bertepatan dengan persiapan awal puasa bulan Ramadan,” tambah Budi. 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Bau Nyale #Pullman Lombok #Mandalika Hotel Associations #okupansi hotel