Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bapanas Pantau Harga Sembako di Pasar Renteng Lombok Tengah

Lestari Dewi • Rabu, 25 Februari 2026 | 08:32 WIB

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan, Bapanas Rinna Syawal (dua kanan) bersama Ketua Komisi II DPRD Lombok Tengah Ferdian Elmansyah (kiri) memantau harga sembako di Pasar Renteng,  Selasa (24/2)
Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan, Bapanas Rinna Syawal (dua kanan) bersama Ketua Komisi II DPRD Lombok Tengah Ferdian Elmansyah (kiri) memantau harga sembako di Pasar Renteng, Selasa (24/2)

 

LombokPost-Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Pemkab dan Komisi II DPRD Lombok Tengah serta Bulog memantau harga sembako di Pasar Renteng, Praya, Selasa (24/2). Pemerintah memastikan harga sembako yang sudah ditetapkan tidak mengalami kenaikan signifikan.

“Kami turun ingin melihat apakah harga-harga yang sudah ditetapkan pemerintah sesuai atau tidak,” ucap Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional Rinna Syawal kepada wartawan.

Dari hasil pemantauan, kata Rinna, sejumlah komoditas masih mengalami kenaikan meski mulai turun. Cabai rawit misalnya. Kenaikan ini disebabkan pasokan terbatas serta produksi yang dipengaruhi curah hujan tinggi.

“Cabai rawit yang di Lombok Timur, petaninya tidak bisa panen karena hujan sehingga harga cukup tinggi,” katanya.

Meski harga cabai rawit masih tinggi, kata Rinna, hasil diskusi dengan sejumlah pedagang menunjukkan peminat tidak terlalu tinggi. “Harganya tinggi tetapi tidak terlalu memengaruhi konsumen,” cetus dia.

Selain cabai rawit, Rinna juga meninjau harga daging ayam yang mengalami kenaikan. Dari harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 40 ribu per kilogram (kg) naik Rp 5 ribu per kg menjadi Rp 45 ribu per kg.

Pemerintah akan menambah pasokan daging ayam agar harga kembali stabil. Namun pihaknya belum bisa memastikan apakah penambahan pasokan akan didatangkan dari luar NTB atau cukup dari dalam daerah.

“Untuk yang lain harganya aman dan stabil, gula pasir, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, beras dan telur ayam,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Rinna mengimbau masyarakat agar tidak panik. Pemerintah memastikan ketersediaan bahan pangan mencukupi. Meski beberapa komoditas mengalami permintaan tinggi sehingga pasokan berkurang.

“Pemerintah akan hadir dan menertibkan ini, masyarakat kami minta tenang dan tidak panik belanja,” kata dia.

Ketua Komisi II DPRD Lombok Tengah Ferdian Elmansyah menyampaikan, kenaikan harga cabai rawit dapat memengaruhi angka inflasi daerah. Fakta di lapangan, beberapa data tidak sesuai dengan harga di pasar. Dewan mendorong Disperindag lebih cermat mendata harga bahan pokok.

Selain itu, pasokan cabai rawit di Lombok Tengah sebenarnya mencukupi dengan harga stabil. Namun cabai rawit tersebut harus “piknik” dahulu ke kabupaten lain. “Muter-muter dulu ke Lombok Timur, Lombok Barat, Kota Mataram baru balik lagi ke Lombok Tengah ini yang sebabkan harganya mahal,” katanya.

Melihat kondisi ini, Komisi II segera berdiskusi dengan jajaran untuk memberikan rekomendasi dan mencari solusi agar harga cabai tidak melonjak drastis. Dewan menginginkan surplus cabai rawit Lombok Tengah langsung didistribusikan ke masyarakat di daerah.

“Pasokan kita sebenarnya cukup 82 kuintal untuk tiga hari, tetapi karena muter-muter ini baru kemudian masuk lagi ke Lombok Tengah menyebabkan harga tinggi dan inflasi,” ujar politisi Golkar ini.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB Mara Kamin Siregar menambahkan ketersediaan beras cukup aman untuk satu tahun ke depan di daerah. Begitu pun ketersediaan minyak goreng MinyaKita yang terus dipasok dari Surabaya.

“Pada awal Maret ini juga kami akan segera menyalurkan bantuan pangan (bapang) berupa beras dan minyak goreng kepada penerima manfaat, kami masih tunggu instruksi dari Bapanas,” singkatnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#Lombok Tengah #sidak #DPRD Lombok Tengah #Bapanas #Pasar renteng