Edu Tour menjadi pintu masuk bagi rombongan PT Nutrifood Indonesia dan distributor Bali-Nusra untuk mengenal lebih dekat Sirkuit Internasional Mandalika. Melalui program ini, mereka tidak hanya melihat fasilitas dari luar, tetapi diajak memahami langsung bagaimana sebuah sirkuit kelas dunia beroperasi
----
Deru mesin motor memecah sore di Sirkuit Internasional Mandalika, Rabu (25/2). Rombongan PT Nutrifood Indonesia bersama distributor Bali-Nusra bersiap menjajal lintasan melalui program Edu Tour.
Area pit lane mendadak riuh. Para peserta tampak antusias mengenakan perlengkapan berkendara sebelum turun langsung ke trek yang kerap menjadi arena balap internasional.
Suara knalpot meraung berpadu dengan rintik hujan yang jatuh di atas aspal. Satu per satu motor meluncur, menyusuri tikungan teknis yang selama ini hanya mereka saksikan lewat layar televisi saat ajang balap internasional digelar.
Tiga lap terasa cepat. Di beberapa titik, peserta memperlambat laju untuk menikmati sensasi trek yang sedikit licin oleh gerimis. Justru di situlah letak keseruannya.
Mereka merasakan langsung karakter aspal, kemiringan tikungan, hingga panjang lintasan yang menuntut fokus dan adrenalin. Wajah-wajah sumringah terlihat saat rombongan kembali ke paddock. Beberapa mengabadikan momen dengan latar garis start–finish yang ikonik.
“Seru banget. Walau gerimis, malah jadi pengalaman berbeda. Kami bisa ngerasain langsung atmosfer sirkuitnya,” ujar Yoshua Wicaksono di sela kegiatan.
Usai menjajal lintasan, rombongan diajak memasuki Race Control Room, ruang kendali yang menjadi “otak” setiap penyelenggaraan balap. Dari ruangan inilah seluruh aktivitas di lintasan dipantau melalui puluhan layar CCTV.
Penjelasan mengenai sistem keselamatan, koordinasi marshal, hingga prosedur penanganan insiden membuat peserta semakin memahami kompleksnya pengelolaan sirkuit berstandar internasional.
Mereka juga menelusuri area paddock, menyaksikan fasilitas yang biasa digunakan tim-tim balap dunia. Suasana sore yang basah oleh hujan menghadirkan nuansa dramatis. Kabut tipis menyelimuti sebagian tribun, sementara lampu-lampu sirkuit mulai menyala temaram.
Sore itu, gerimis perlahan reda. Namun semangat rombongan Nutrifood dan distributor Bali-Nusra terasa kian hangat. Mereka tak sekadar membawa pulang pengalaman berkeliling lintasan, tetapi juga cerita tentang bagaimana sirkuit kelas dunia dikelola dengan standar tinggi di jantung kawasan Mandalika.
Terpisah, Direktur Utama PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria menegaskan, Edu Wisata dirancang agar publik tak hanya menjadi penonton, tetapi juga memahami ekosistem motorsport secara utuh.
Mandalika kembali membuktikan diri bukan hanya sebagai arena balap bergengsi, tetapi juga ruang belajar dengan sensasi tak terlupakan.
“Melalui program ini, kami ingin membuka akses edukasi seluas-luasnya. Siapa pun bisa belajar langsung bagaimana sirkuit dikelola, bagaimana keselamatan dijaga, dan bagaimana event internasional dipersiapkan,” ujarnya.
Editor : Akbar Sirinawa