Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

KEK Mandalika Tawarkan Insentif Investasi Lengkap

Lestari Dewi • Selasa, 31 Maret 2026 | 09:30 WIB

Pemandangan Pantai Tanjung Aan yang berada dalam KEK Mandalika, Lombok Tengah.
Pemandangan Pantai Tanjung Aan yang berada dalam KEK Mandalika, Lombok Tengah.

 

LombokPost-Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah terus memperkuat daya tarik investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kawasan yang dikelola InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) ini menawarkan insentif fiskal dan kemudahan regulasi bagi investor.

Insentif fiscal yang disiapkan antara lain, fasilitas tax holiday bagi sektor usaha utama hingga skema pengurangan pajak setelah masa insentif berakhir. Investor juga dapat memanfaatkan tax allowance berupa pengurangan penghasilan kena pajak, percepatan depresiasi dan amortisasi, serta pengaturan tarif pajak dividen bagi investor asing.

Kemudahan juga diberikan dalam bentuk pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk impor barang modal dan barang kena pajak tertentu, pembebasan bea masuk, hingga fasilitas pajak penjualan atas barang mewah untuk properti di dalam kawasan KEK.

Direktur Komersial dan Marketing ITDC Febrina Mediana menegaskan, Mandalika dirancang sebagai kawasan investasi yang siap dieksekusi tanpa hambatan berarti.

“KEK Mandalika kami bangun sebagai investment-ready ecosystem. Insentif fiskal yang kompetitif berpadu dengan kesiapan infrastruktur, kepastian regulasi, serta permintaan pasar yang terus tumbuh. Ini memberi kepercayaan bagi investor untuk masuk lebih cepat dan efisien,” ujarnya, Senin (30/3).

Selain insentif fiskal, KEK Mandalika juga menawarkan kemudahan nonfiskal berupa pelayanan perizinan terpadu satu pintu, kemudahan pengurusan tenaga kerja asing, serta kepastian hukum melalui hak atas tanah yang bankable dengan jangka waktu hingga 80 tahun.

Pengembangan kawasan dilakukan berdasarkan masterplan terintegrasi yang membagi Mandalika ke dalam sejumlah zona strategis seperti Circuit District, Kuta District, hingga kawasan pengembangan berbasis lifestyle and leisure.

Sejumlah kawasan unggulan yang ditawarkan kepada investor di antaranya Golf Resort Community seluas 298 hektare, Tanjung Aan Premium Serenity District seluas 146 hektare untuk pengembangan hotel berstandar internasional, serta Eastern Adventure District seluas sekitar 164 hektare yang disiapkan untuk sektor hospitality, hiburan, dan destinasi gaya hidup.

Dalam proses pengembangannya, kata dia, prinsip keberlanjutan lingkungan juga menjadi perhatian. Sekitar 30 persen dari total kawasan dialokasikan sebagai ruang terbuka hijau, termasuk kawasan mangrove seluas 45 hektare di sisi timur Mandalika.

Kinerja kawasan juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Mandalika menembus lebih dari 1,4 juta orang. Tingkat hunian kawasan bahkan melonjak hingga 90—100 persen saat penyelenggaraan ajang balap internasional seperti MotoGP.

Selain MotoGP, sejumlah event global seperti GT World Challenge Asia (GTWCA) dan Asia Road Racing Championship (ARRC) turut memperkuat posisi Mandalika sebagai pusat sportstainment tourism.

“Keberadaan sirkuit internasional di kawasan tersebut menjadi katalis utama yang menciptakan efek berganda bagi sektor pariwisata, perhotelan, hingga ekonomi kreatif lokal,” katanya.

Dengan dukungan kebijakan pemerintah, kesiapan infrastruktur, serta arus kunjungan wisatawan yang terus meningkat, KEK Mandalika semakin menegaskan diri sebagai destinasi unggulan investasi pariwisata Indonesia yang siap bersaing di tingkat global. 

Editor : Akbar Sirinawa
#investasi #Lombok Tengah #Investor #ITDC #KEK Mandalika #insentif