LombokPost-Cuaca ekstrem kembali menghantam wilayah Lombok Tengah. Intensitas hujan tinggi disertai angin kencang pada Selasa (7/4) sore memicu bencana banjir dan tanah longsor di beberapa titik. Akibatnya, puluhan kepala keluarga (KK) terdampak.
Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Provinsi NTB, banjir paling parah melanda Kecamatan Jonggat. Di Desa Sukarara, tercatat sedikitnya 30 KK atau sekitar 120 jiwa terdampak luapan air. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Puyung, di mana 4 KK dilaporkan terdampak banjir setinggi betis orang dewasa.
Tak hanya banjir, ancaman tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Batukliang. Di Dusun Mertak Waru, Desa Barabali, material tanah yang labil akibat hujan menyebabkan sedikitnya 8 KK terdampak pergeseran tanah.
Terbaru, Rabu (8/4), banjir juga terjadi di Desa Kabol, Praya Barat, sedikitnya ada 14 KK terdampak. Warga pun mengungsi dan menyelamatkan barang berharga yang bisa diselamatkan sembari menunggu air surut.
Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin mengatakan tim reaksi cepat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendistribusian logistik.
“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD Lombok Tengah dan pihak TNI/Polri untuk memastikan keselamatan warga. Saat ini fokus utama adalah penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak,” ujarnya, Rabu (8/4).
Baca Juga: Tak Cukup Bukti, Kasus ITE Roti MBG Belatung di Lombok Tengah Dihentikan
Meski kondisi saat ini dilaporkan mulai kondusif, Sadimin mengingatkan warga agar tidak lengah. Pasalnya, NTB saat ini tengah memasuki puncak musim hujan.
Berdasarkan pemantauan Dasarian I April, peluang curah hujan ekstrem dengan intensitas di atas 100 mm masih tinggi, mencapai angka 90 persen, khususnya untuk wilayah Mataram dan Lombok Tengah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi susulan. Peralihan musim ini seringkali membawa cuaca yang sulit diprediksi,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, personel gabungan dari BPBD, aparat kecamatan, hingga relawan masyarakat masih bersiaga di lapangan untuk memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi hujan susulan yang berpotensi memperparah keadaan.
“Bantuan logistik sudah disalurkan,” cetus Kepala Pelaksana BPBD Lombok Tengah Ridwan Macruf.
Editor : Akbar Sirinawa