LombokPost-Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Tengah mulai dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berstandar ISO. Langkah ini dilakukan untuk memastikan limbah sisa produksi terkelola sesuai standar kesehatan dan lingkungan.
Melalui Yayasan Budi Sain Mangkling Haeruddin, pemasangan IPAL menjadi bagian dari komitmen menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memenuhi regulasi pemerintah. Tiga tangki berkapasitas masing-masing 1.000 liter disiapkan sesuai spesifikasi Kementerian PUPR RI.
Ketua Yayasan Budi Sain Mangkling Haeruddin mengatakan, pemasangan IPAL bukan sekadar pemenuhan sarana, tetapi bentuk kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Baca Juga: BGN Izinkan Tujuh Dapur MBG Beroperasi Lagi di Lombok Tengah
“Apa yang kami pasang ini, ISO 9001, ISO 14001 dan ISO 45001 sudah sesuai dengan standar Badan Gizi Nasional (BGN). Seluruh dapur memang diwajibkan memiliki IPAL ber-ISO,” ujarnya kepada wartawan, di SPPG Gunung Kedul, Desa Mekar Bersatu, Batukliang, Lombok Tengah, Jumat (17/4).
Ia menjelaskan, pemasangan IPAL menjadi langkah awal dalam standarisasi sarana dan prasarana dapur. Pihak yayasan berkomitmen menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat untuk menjaga kualitas layanan dan keamanan lingkungan.
Dalam pengadaannya, yayasan menggandeng BIOVISI Group sebagai penyedia teknologi pengolahan limbah. Direktur BIOVISI Group sekaligus Founder Biovisi Apung Awang Arfiansyah mengatakan, teknologi yang digunakan dirancang untuk mendukung program pemerintah sesuai standar teknis.
Baca Juga: 80 Dapur MBG di Lombok Tengah Ditutup Sementara, Tak Punya IPAL dan SLHS
“Kami berupaya memberikan yang terbaik agar hasil output-nya maksimal, terutama dalam mengolah limbah minyak yang dihasilkan dari sisa-sisa makanan operasional MBG,” ungkap Awang.
Ia juga mengapresiasi langkah yayasan yang dinilai transparan dalam mengedukasi masyarakat dan media terkait pentingnya IPAL. Sinergi ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan dapur umum yang bersih dan ramah lingkungan.
Editor : Akbar Sirinawa