LombokPost-Aspal Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika kembali menjadi panggung pembuktian pembalap perempuan Indonesia. Dalam ajang Kartini Race 2026 yang digelar bersamaan dengan GT World Challenge Asia, Alinka Hardianti tampil dominan dan keluar sebagai juara.
Pembalap bernomor 4 itu memimpin sejak start dan menyelesaikan enam lap dengan catatan waktu impresif. Ia juga mencatat best lap di lap ketiga dengan waktu 2:06.496, membuatnya sulit dikejar rival.
Di posisi kedua, Tjonnadi harus mengakui keunggulan Hardianti dengan selisih waktu 24.873 detik. Sementara Alexandra Asmasoebrata mengamankan posisi ketiga dengan selisih tipis 1.677 detik dari Tjonnadi.
Baca Juga: Gantikan Agus Setiawan, Ini Alasan ITDC Tunjuk Pari Wijaya sebagai GM The Mandalika yang Baru!
Persaingan juga terjadi di papan tengah. Pembalap asal Lombok Audya Anjani mencatat kecepatan tertinggi mencapai 138,9 km per jam.
Meski finis di posisi keempat, performanya menunjukkan potensi pembalap lokal mampu bersaing.
Di posisi kelima, Rosdiana tampil impresif dengan catatan sektor pertama tercepat 40.105 detik. Hal ini menegaskan bahwa setiap peserta memiliki keunggulan teknis masing-masing di sirkuit kebanggaan Indonesia ini.
Direktur Utama MGPA Priandhi Satria mengatakan, Kartini Race 2026 bukan sekadar pelengkap Mandalika Festival of Speed (MFoS), tetapi menjadi ruang bagi pembalap perempuan untuk menunjukkan kemampuan di lintasan internasional.
Baca Juga: Sengit! Ini Hasil Race 2 GT World Challenge Asia 2026
“Ajang ini sejarah penting bagi motorsport nasional. Kami ingin menciptakan ruang bagi perempuan Indonesia di lintasan balap kelas dunia,” katanya, Minggu (3/5).
Ajang ini juga menjadi bagian dari program Women in Motorsport yang diinisiasi Ikatan Motor Indonesia (IMI). Tujuannya mendorong regenerasi pembalap perempuan sekaligus memperkuat ekosistem balap yang inklusif.
Selain itu, balapan ini sekaligus upaya untuk menjual pariwisata dalam negeri. Karena itu, seluruh mobil peserta, yang menggunakan Toyota Agya, memasang livery destinasi wisata Indonesia sebagai bagian promosi pariwisata.
”Di tahun pertama (Kartini Race) ini pada bagian kap dan bagasi mobil, liverynya kita tampilkan destinasi wisata Indonesia,” ujarnya.
Tidak hanya pembalapnya, seluruh petugas di garis start juga diisi perempuan yang mengenakan busana tradisional, mulai dari pemegang papan hingga pencatat waktu.
Editor : Kimda Farida