Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cegah Aksi Borong, Tangan Warga Dicoret Spidol, Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Adha

Lestari Dewi • Jumat, 22 Mei 2026 | 09:25 WIB
Puluhan warga mengantri saat hendak membeli minyak goreng, gula pasir dan beras dalam Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemkab Loteng di halaman kantor Camat Praya Timur, Kamis (21/5). (Dewi/Lombok Post)
Puluhan warga mengantri saat hendak membeli minyak goreng, gula pasir dan beras dalam Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemkab Loteng di halaman kantor Camat Praya Timur, Kamis (21/5). (Dewi/Lombok Post)

 

LombokPost-Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah (Loteng) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga pangan. Program ini diserbu puluhan warga karena menawarkan sejumlah bahan pokok dengan harga di bawah pasar.

“Saya beli minyak goreng, cuma dapat dua (liter), per liternya Rp 15.500. Lumayan selisih harganya di Indomaret Rp 40 ribuan untuk dua liter,” ucap Alma pada wartawan, Kamis (21/5).

Tingginya antusiasme warga membuat petugas di lapangan harus bekerja ekstra. Untuk mengantisipasi aksi borong serta memastikan distribusi sembako merata, petugas menerapkan aturan pembatasan jumlah pembelian untuk setiap komoditas pokok.

Baca Juga: 25 Ritel Modern di Lombok Tengah Tutup Massal, Bagaimana Nasib 151 Karyawannya?

Tidak hanya dibatasi, sistem pengawasan ketat juga diberlakukan di meja pembayaran. Petugas langsung mencoret tangan warga menggunakan spidol begitu mereka selesai melakukan transaksi. Langkah ini diambil agar tidak ada warga yang mengantre dua kali.

“Pembelian terpaksa kami batasi per orang, dan tangan warga yang sudah membeli langsung kami coret. Ini demi keadilan, agar semua warga yang datang kebagian,” ucap Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Loteng drh Tri Widiastuti.

Meski harus mengantre, warga tetap bertahan hingga stok komoditas yang disediakan ludes dalam hitungan jam. Pemkab Loteng berharap program ini dapat menekan laju inflasi dan meringankan beban ekonomi masyarakat menyambut hari raya.

Baca Juga: Alfamart di Lombok Tengah Langgar Aturan Jarak 1 Kilometer dari Pasar Tradisional, Ini Dua Opsi dari Pemkab

“Kami harapkan masyarakat kita bisa mendapatkan bahan pokok ini dengan harga eceran tertinggi (HET),” kata dia.

Dia menjelaskan, untuk tahun ini dinas hanya mendapat tiga alokasi GPM. Pertama dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri berlokasi di Praya Tengah. Kedua, menjelang Hari Raya Idul Adha berlokasi di Praya Timur. Ketiga akan digelar saat HUT Lombok Tengah dengan lokasi belum ditentukan.

“Di sini (Praya Timur) rentan dengan gejolak kerawanan pangan,” ujar mantan Kepala Disnakertrans Loteng ini.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Loteng M Nursiah memberikan apresiasi besar atas terlaksananya GPM ini. Ia menyebut program ini sebagai langkah nyata pemerintah hadir di tengah masyarakat saat momentum hari besar keagamaan.

Baca Juga: Ini Daftar Puluhan Gerai Alfamart dan Indomaret yang Dihentikan Sementara karena Langgar Aturan Jarak di Lombok Tengah, Diminta Bongkar Secara Mandiri

“Kami sangat bersyukur melihat antusiasme warga. Ini bukti bahwa Gerakan Pangan Murah sangat dibutuhkan, terutama menjelang Idul Adha di mana harga kebutuhan pokok cenderung fluktuatif. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga daya beli masyarakat agar perayaan hari raya tetap khidmat tanpa terbebani harga pangan,” singkat Wabup. 

Editor : Kimda Farida
#aksi borong #coret spidol #gerakan pangan murah (gpm) #Lombok Tengah #Cegah